Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sambut HUT Kota Banda Aceh, Wali Kota minta pertokoan dicat ulang

Sambut HUT Kota Banda Aceh, Wali Kota minta pertokoan dicat ulang Banda Aceh. ©2018 Merdeka.com/Afif

Merdeka.com - Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman mengintruksikan seluruh pemilik toko di setiap jalan utama agar dicat kembali tokonya. Intruksi ini disampaikan Wali Kota dalam menghadapi Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Banda Aceh ke 813 dengan tema Banda Aceh Indah.

Amin juga menyampaikan, hampir semua pertokoan di Banda Aceh sudah lama tak dicat kembali, sehingga terlihat tidak indah. Dengan diperbarui kembali warna toko, maka Banda Aceh akan terlihat indah, rapi dan bersih.

"Hari ini saya melaunching Banda Aceh Indah, yaitu kami mengimbau kepada seluruh pemilik toko agar mencat kembali tokonya biar terlihat bersih, indah dan rapi," kata Aminullah Usman, Minggu (18/3) di sela-sela acara Car Free Day di Jalan Daud Beure’eh, Banda Aceh.

Jalan utama ini setiap hari minggu digelar acara Car Free Day, jalan yang menghubungkan langsung dengan pusat kota Banda Aceh Simpang Lima Banda Aceh yang menuju langsung ke Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. Di jalan ini juga lokasi pusat administrasi perkantoran pemerintah Aceh dan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Bappeda, Dinas Pendidikan dan sejumlah dinas.

Menurut mantan Direktur Utama Bank Aceh ini, semua toko semakin indah dengan beragam warna, akan membuat pelanggan nyaman dan akan meningkatkan pendapatan para pedagang. Selain itu, Banda Aceh akan lebih bersih dan tertatapi rapi, terlebih menjelang HUT Kota Banda Aceh yang ke 813 tahun.

Amin menyebutkan, setiap pertokoan akan dicat dengan warna yang berbeda-beda sesuai dengan jalan. Ia mencontohkan, Jalan Kartini misalnya semua toko dicat warna pink. Kemudian Jalan Ratu Safiatuddin akan dicat dengan hijau muda, Jalan Daud Mughatsyah dicat dengan warna hijau, Jalan Pocut Baren warna putih, Jalan Muhammad Jam warna cream dan sejumlah jalan lainnya di Banda Aceh akan dicat dengan warna yang berbeda-beda.

"Jadi kedepan, tidak susah lagi mengingatkan jalan, tinggal ingat warna saja sudah tau bahwa itu warna jalan ini. Ini tentu selain memperindah kota Banda Aceh, juga mempermudah orang mencari alamat nantinya," imbuhnya.

Sedangkan untuk di perkampungan, sebutnya, memang tidak diwajibkan untuk mengecat seperti di jalan-jalan utama di Banda Aceh. Bila memang hendak mengecat dengan berbagai warna, itu lebih baik.

Akan tetapi, Walikota menegaskan yang terpenting di perkampungan agar menjaga kebersihan lingkungannya. Selain untuk kebutuhan kesehatan, keindahan dan juga kebersihan itu dalam agama Islam itu adalah setengah dari iman.

"Ini berlaku dari sekarang sampai menjelang HUT Kota Banda Aceh ke 813 tahun sudah selesai dilakukan," pintanya. (mdk/rhm)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP