Sakit Hati Dimaki, Aldit Dorong Pacarnya dari Motor Hingga Tewas

Sabtu, 31 Oktober 2020 00:14 Reporter : Ananias Petrus
Sakit Hati Dimaki, Aldit Dorong Pacarnya dari Motor Hingga Tewas Ilustrasi borgol. ©2015 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Polisi mengungkapkan kasus pembunuhan yang menewaskan BSG (30). Korban semula ditemukan tergeletak tak bernyawa di pinggir jalan, Senin (26/10) tengah malam dan dilaporkan mengalami kecelakaan lalu lintas. Ternyata BSG merupakan korban pembunuhan.

Korban dibunuh sang pacar ARN alias Aldit (27), warga RT 17/RW 06, Kelurahan Maulafa, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang. Aldit diamankan sejak beberapa waktu lalu karena dicurigai sebagai pelaku pembunuhan terhadap korban.

Kapolsek Alak, AKP Tatang P. Panjaitan mengakui kalau pelaku Aldit awalnya diperiksa polisi sebagai saksi. "Awalnya kita amankan ARN karena handphone korban dipegang ARN pasca kejadian ini," jelasnya.

Penyidik Reskrim Polsek Alak kemudian meningkatkan status kasus ini ke penyidikan dan menetapkan ARN sebagai tersangka. "Untuk perkembangan perkara ini, dari hasil lidik kita tetapkan satu orang tersangka. Perkara sudah kita naikkan ketingkat penyidikan," ungkap Tatang.

Saat diperiksa penyidik di Mapolsek Alak, pelaku ARN mengaku dirinya sakit hati, karena dimaki-maki korban sehingga mendorong korban dari atas sepeda motor. Korban memaki lantaran pelaku dicurigai berkomunikasi dengan wanita lain.

"Penyebab sakit hati karena pelaku dimaki-maki oleh korban. Korban mencurigai pelaku ada komunikasi dengan wanita lain. Pelaku dan korban hubungannya pacaran," jelasnya.

Kepada polisi, pelaku ARN mengaku menyikut dan mendorong korban dengan siku dari atas sepeda motor saat sepeda motor sedang melaju, sehingga korban pun terjatuh. Pelaku kemudian membawa sepeda motor korban dan menjatuhkan korban di lokasi kejadian hingga ditemukan warga.

Pasca kejadian tersebut, pelaku bersandiwara seolah-olah korban mengalami kecelakaan lalu lintas. Kini, ARN sudah ditahan di sel Polsek Alak untuk 30 hari kedepan sambil menunggu proses hukum lebih lanjut.

Sebelumnya, seorang karyawati SPBU di Kota Kupang, ditemukan tergeletak di pinggir jalan sudah tak bernyawa. Namun keluarga korban merasa janggal dan menduga korban dibunuh orang tak dikenal.

Keluarga korban kemudian membuat laporan polisi terkait kasus pembunuhan di Polsek Alak, Selasa (27/10) melalui laporan polisi nomor : LP/B/ 217/X/2020.

Kasus dugaan pembunuhan ini dilaporkan Johny Christian Adoe,24, karyawan BUMN yang juga warga RT 003/RW 001, Kelurahan Oeba, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang ke Polsek Alak.

Korban yang juga warga RT 002/RW 001, Kelurahan Tanah Merah, Kecamayan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang ditemukan di Jalan Baru, Kampung Lama, Kelurahan Manulai II, Kecamatan Alak, Kota Kupang.

Pelapor Johny Christian Adoe mendapat telepon dari pacar korban, bahwa korban meninggal dunia karena mengalami kecelakaan di Jalan Baru Kampung Lama. Johny Christian Adoe mendatangi RS AL untuk melihat keadaan korban.

Berdasarkan kondisi luka korban dan sepeda motor yang dikendarai tidak ada kerusakan, hingga janggal jika korban meninggal karena kecelakaan.

Johny Christian Adoe menyebut korban meninggal dunia karena dibunuh oleh orang yang tidak diketahui sehingga membuat laporan polisi di Polsek Alak.

Aparat keamanan Unit Laka Sat Lantas Polres Kupang Kota dipimpin Kanit Laka, Ipda Ikun Sally ke lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.

Mengingat situasi di lokasi kejadian gelap dan tidak didukung oleh penerangan yang baik, maka olah TKP lanjutan dilaksanakan pada Selasa (27/10).

Jenasah korban kemudian dibawa ke ruangan jenasah RS Bhayangkara Titus Uly Kupang, guna dilakukan otopsi.

Korban pertama kali ditemukan Wahyudi, pedagang yang juga warga RT 03/RW 01, Kelurahan Namosain, Kecamatan Alak, Kota Kupang.

Wahyudi bersama rekannya dalam perjalanan pulang menggunakan mobil pick up melintas dari Jalur Baru Kampung lama, Kelurahan Manulai II Kecamatan Alak, Kota Kupang.

Dalam perjalanan, Wahyudi dihentikan oleh kerumunan warga yang sementara berada dipinggiran jalan raya meminta tolong mengantarkan korban yang diduga mengalami kecelakaan lalu lintas.

Wahyudi kemudian mengantar korban ke RS Angkatan Laut Samuel J. Moeda Namosain. Saat itu korban didampingi oleh seorang pria yang juga tidak dikenal oleh Wahyudi. [fik]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Pembunuhan
  3. Kupang
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini