Sakit Ginjal dan Asam Urat Kambuh, Ketua KPPS di Riau Meninggal usai Dirawat di RS

Korban bekerja dua hari, mulai dari persiapan pada 16 April hingga hari pencoblosan dan menyelesaikan penghitungan surat suara. Bahkan, Hazairin memaksakan diri untuk menyelesaikan penghitungan surat suara hingga 18 April. Padahal, almarhum memiliki riwayat penyakit yang sewaktu-waktu bisa kambuh.

Abdullah Sani
Oleh Abdullah Sani - Reporter
Sakit Ginjal dan Asam Urat Kambuh, Ketua KPPS di Riau Meninggal usai Dirawat di RS
Ilustrasi mayat. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/forestpath

Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) 029 Kelurahan Delima, Kota Pekanbaru, Riau, Hazairin, meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat di Rumah Sakit. Penyebab Hazairin meninggal dunia selain diduga karena kelelahan, Hazirin memiliki riwayat penyakit ginjal dan asam urat.

"Iya benar. Pak Hazairin meninggal dunia tadi malam. Pagi tadi sudah dilakukan pemakaman," ujar anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pekanbaru, Arya Ghuna Saputra, Selasa (30/4).

Menurut keterangan para warga, Hazairin, memang memaksakan tenaganya karena jabatan yang diembannya sebagai Ketua KPPS. Dia bekerja dua hari, mulai dari persiapan pada 16 April hingga hari pencoblosan dan menyelesaikan penghitungan surat suara. Bahkan, Hazairin memaksakan diri untuk menyelesaikan penghitungan surat suara hingga 18 April. Padahal, almarhum memiliki riwayat penyakit yang sewaktu-waktu bisa kambuh.

"Almarhum memiliki riwayat sakit ginjal dan asam urat, dokter sempat menasehatinya agar istirahat, namun tidak dihiraukan. Karena Pak hazairin khawatir pekerjaannya tidak selesai. Apalagi dia merupakan Ketua KPPS," kata Arya.

Saat persiapan menjelang pencoblosan, Hazairin, sempat meminta pulang dari rumah sakit, karena harus bertugas sebagai KPPS. Meski dilarang dokter, namun Hazairin nekat pulang dan melaksanakan tugasnya agar pencoblosan pada 17 April berjalan lancar di TPS yang dipimpinnya.

"Almarhum sempat bertugas dari pagi sampai pagi berikutnya. Tapi dua hari setelah pencoblosan, penyakit almarhum kambuh," kata Arya.

Hazairin pun mendatangi apotek untuk membeli obat. Namun dalam perjalanan, Hazairin terjatuh dari motor dan mengalami patah kaki. Tak ayal, warga sekitar membawa Hazairin ke rumah sakit.

"Almarhum belum bisa dioperasi saat itu, bahkan kondisinya semakin menurun. Hingga Senin malam meninggal dunia," ujar Arya.

Rekomendasi