KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Rusia sebut aksi mata-mata untuk Trump cerita palsu

Rabu, 11 Januari 2017 20:16 Reporter : Yulistyo Pratomo
Donald Trump. © Fortune

Merdeka.com - Pemerintah Rusia menganggap semua tudingan melakukan tindakan mata-mata terkait informasi personal dan keuangan atas Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump sebagai 'omong kosong'. Berdasarkan berkas yang bocor, disebutkan terdapat sebuah plot untuk melakukan pemerasan dari hasil mematai-matai tersebut.

Juru Bicara Presiden Rusia Vladimir Putin, Dmitry Peskov menyebut kabar itu bertujuan untuk mengganggu hubungan antara negaranya dengan Amerika Serikat.

"Kremlin tidak pernah mencari informasi tentang Trump. Kejadian itu hanya untuk merusak hubungan bilateral kita, itu adalah kertas fiksi," ujar Peskov, demikian dilansir Skynews.com, Rabu (11/1).

Berita itu bermula dari klaim Rusia ikut mencampuri pemilihan atas perintah Putin agar bisa memenangi Pemilu dan masuk ke Gedung Putih. Bahkan, Trump juga menyebut pensiunan mata-mata Inggris yang menulis dokumen itu sebagai 'pemburu sihir politik'.

Sebelumnya, Sebuah dokumen disebutkan mata-mata Rusia berhasil mengumpulkan sejumlah informasi cabul yang dilakukan Trump. Informasi itu didapatkan dari komunikasi intens yang dilakukan para peretas dengan tim kampanye politikus eksentrik tersebut.

Tak hanya itu, terdapat sebuah addendum yang sangat rahasia, di mana peretasan diduga atas perintah langsung dari Kremlin, pusat pemerintahan Rusia. Informasi itu sudah diungkap aparat intelijen kepada Presiden Barack Obama serta Presiden terpilih.

Tindakan mata-mata ini sudah dimulai sejak sejak pemilihan pendahuluan Partai Republik berlangsung, dan didanai kelompok pendukung oposisi dari Partai Republik. Tak hanya itu, kelompok liberal dan pendonor juga ambil bagian dalam memberikan dana penyelidikan setelah Trump menjadi calon presiden.

BuzzFeed sempat menerbitkan sebuah scan dokumen secara jelas, namun mereka menekankan temuan-temuan itu belum terverifikasi.

Melalui akun Twitternya, Trump membantah semua tudingan itu. "Berita bohong, ini permainan politik total," tulisnya. [tyo]

Rekomendasi Pilihan

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.