Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Rumah suku Matabesi, sederhana tapi bisa tampung 13 kepala keluarga

Rumah suku Matabesi, sederhana tapi bisa tampung 13 kepala keluarga Rumah adat suku Matabesi NTT. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Indonesia kaya akan kearifan lokal peninggalan leluhur yang tetap terjaga kelestariannya. Petuah ini masih dipegang teguh masyarakat suku Matabesi, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT). Rumah adat beratap rumput ilalang jadi salah satu buktinya.

Ukurannya tidak terlalu besar, mencerminkan kesederhanaan suku Matabesi. Selain beratapkan ilalang, rumah adat ini juga masih beralaskan tanah. Lukisan di pintu utama masih dipertahankan.

Dari luar nampak sepi. Tapi begitu masuk ke dalam, suasana hangat menyelimuti. Rumah adat ini sanggup menampung 13 kepala keluarga. Mereka hidup rukun dan damai, tanpa ada persoalan satu sama lain.

"Di sini ada 13 suku atau keluarga. Nama tempat ini Siskoe, tapi suku Matabesi bei luan lao dina rai, lao bada rai, na luan rai na belan rai. Itu begini pak, ini suku nama suku Matabesi, artinya nenek moyang itu jalan dari Bali (perempuan), ada tiga bersaudara. Sampai di sini, satu duduk di sini, satu duduk di rote dan satu duduk di sabu. Ini keasliannya dari dulu begini," ungkap Paulus Asa, penjaga rumah adat Matabesi, Sabtu (26/3).

Masyarakat suku Matabesi selalu menolak bantuan pemerintah daerah yang ingin merenovasi rumah mereka. Alasannya mereka, demi menjaga kelestarian dan kearifan lokal. Pemerintah daerah diharapkan ikut menjaga kelestariannya dengan mempromosikan kearifan lokal ini untuk menarik wisatawan. Sehingga NTT bisa menjadi destinasi baru tujuan wisatawan baik lokal maupun internasional. Dengan begitu otomatis pendapatan asli daerah (PAD) meningkat. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP