Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Rumah Kosong Ditinggal Mudik Jadi Fokus Pengamanan Polda Jateng

Rumah Kosong Ditinggal Mudik Jadi Fokus Pengamanan Polda Jateng Ilustrasi. ©2019 Merdeka.com/Hari Ariyanti

Merdeka.com - Kepolisian Daerah Jawa Tengah menyiagakan 24.405 personel untuk mengamankan dan mengawal musim mudik lebaran dalam 'Operasi Ketupat Candi 2019. Dalam operasi ini, kepolisian menyoroti soal potensi pencurian rumah kosong yang ditinggal pemilik rumah saat mudik pada Hari Raya Idul Fitri.

Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel mengatakan pihaknya sudah memerintahkan jajarannya untuk melakukan giat patroli yang akan dilaksanakan oleh jajaran kepolisian wilayah setempat.

"Tiga hal ini kita amankan meliputi sebelum lebaran, pada saat salat Ied, dan sesudah lebaran. Jadi kita siagakan petugas patroli rumah yang ditinggal warga mudik," kata Rycko Amelza Dahniel, Senin (27/5).

Dia menyebut, petugas juga memetakan titik kerawanan gangguan Kamtibmas dengan membuat pos pengamanan yang berada di wilayahnya.

"Jadi kami minta Kepala Satuan Kerja (Kasatker) setingkat Kapolres, Kapolsek yang tahu tempat mana yang rawan. Saya tegaskan tolong menempatkan pos berdasarkan kerawanan kriminalitas dan Kamseltibcarlantas," ungkapnya.

Pengamanan mudik tidak hanya dilakukan di jalan tapi juga tempat wisata, tempat ibadah, pusat pembelanjaan.

"Pengaturan tentang kerjasama antar instansi. Sudah disepakati semua instansi ada 1 koordinasi ada 3 posko utama, di tol, pantura dan ada posko pelayanan setiap polres," ucapnya.

Lebih lanjut, ia juga tidak luput pengamanan pada satu titik krusial kemacetan mudik. Diperkirakan tahun ini terjadi di exit tol Brebes Barat.

"Itu disebabkan karena berakhirnya one way di KM 262, perpindahan dari jalur A ke B, dan bertemunya arus dari arah Barat dan Timur di KM 262 pada jalur B," jelasnya.

Pengamanan juga dilakukan di Kantor KPU dan Bawaslu terus dilakukan hingga proses sengketa di Mahkamah Konstitusi selesai.

"Dalam waktu bersamaan kita kelola dua situasi pengamanan, di mana operasi Mantab Brata masih berlangsung, untuk kegiatan masyarakat yang merespon proses gugatan di Jakarta," ujarnya.

Lebih lanjut, dalam 'Operasi ketupat Candi 2019' mengerahkan pasukan terdiri dari 14.009 personel polisi, 1.569 personel TNI, dan instansi lainnya sebanyak 8.827 personel.

"Total ada 24.404 personel. Nantinya, aparat kepolisian, TNI dan instansi terkait turut serta dalam operasi ini," tutupnya.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP