Rizieq Shihab dicegah ke Malaysia, Fadli Zon surati Presiden Jokowi hingga Menlu

Kamis, 27 September 2018 18:39 Reporter : Sania Mashabi
Fadli Zon dan Habib Rizieq di Arab Saudi. ©twitter.com/fadlizon

Merdeka.com - Wakil Ketua DPR Fadli Zon akan mengirim surat kepada Menteri Luar Negeri, Kapolri dan Kepala Badan Intelejen Nasional (BIN) terkait pengecahan Pentolan FPI Rizieq Shihab ke Malaysia oleh pemerintah Arab Saudi. Surat itu akan dikirim hari ini (27/9).

"Akan kirim mungkin hari ini ya," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/9).

Surat itu, kata Fadli, juga akan menyampaikan surat permintaan klarifikasi dari Presiden terkait pencegahan Rizieq.

"Ini saya sudah mendapatkan itu, akan kirim mungkin hari ini ya, akan saya kirim meneruskan aspirasi tersebut ke Presiden kepada Kapolri dan kepada Kepala BIN," ungkapnya.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini juga mempertanyakan alasan pencegahan Rizieq oleh Duta Besar Arab Saudi Untuk Indonesia. Pihak Dubes mengatakan pencegahan Rizieq itu untuk alasan keamanan. Sebab, kata dia, keluar dari Arab Saudi adalah hak Rizieq.

"Sekarang Warga Negara Indonesia mau keluar dari negara lain dan tidak ada masalah tidak ada negara manapun untuk menghalang-halangi dan itu tidak boleh," ucapnya.

Fadli juga menilai pemerintah Arab tidak berhak mencegah Rizieq keluar dari negara timur tengah itu. "Tidak boleh dihalangi orang keluar dari Arab Saudi atau negara manapun. Justru biasanya dikeluarkan dan bukan sebaliknya," tandasnya.

Sebelumnya, perwakilan FPI dan GNPF-Ulama menemui Wakil Ketua DPR Fadli Zon hari ini. Kedatangannya guna mengadu terkait intimidasi yang dilakukan petugas Imigrasi Arab Saudi terhadap Pentolan FPI Rizieq Shihab. Fadli berjanji akan meneruskan aduan ini ke pejabat pemerintah terkait.

"Kami sampaikan laporan dari tim advokasi sebagai pengaduan masyarakat ini kami teruskan dan sampaikan kepada pihak terkait, dalam hal ini sesuai permintaan kepada Menlu, Kapolri, KaBIN, dan mungkin kalau nanti ada institusi lain terkait seorang warga negara tidak bisa kembali karena mungkin diduga dicegah keluar dari Arab Saudi," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (25/9). [ray]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini