Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Riset tiga tahun dari Italia pastikan rokok elektrik tidak bahaya

Riset tiga tahun dari Italia pastikan rokok elektrik tidak bahaya Vape China Expo. ©AFP PHOTO/CHINA OUT

Merdeka.com - Universitas Catania di Italia memastikan rokok elektrik atau kerap disebut vape tidak berbahaya. Riset tersebut menyebutkan bahwa konsumsi vape tidak menyebabkan masalah pada paru-paru, bahkan pada konsumen yang menggunakan rokok elektrik secara reguler, hal ini dilihat dari sisi fisiologis, klinis, ataupun inflamasi.

Direktur Universitas Catania di Italia, Riccardo Polosa mengungkapkan riset tersebut dilakukan selama 3,5 tahun. Pihaknya tidak menemukan perubahan berarti pada tekanan darah atau denyut jantung si pengguna vape.

"Kami tidak menemukan bukti adanya masalah kesehatan, terkait penggunaan rokok elektrik dalam jangka panjang berdasarkan riset kami," ujar Polosa dalam keterangan yang diterima merdeka.com, Senin (18/12).

Selama 3,5 tahun melakukan riset, Polosa menyasar pengguna vape pada usia 23-35 tahun, serta sekelompok orang non-perokok lainnya dengan rentang usia yang sama. Para peneliti melakukan studi dari beberapa faktor kesehatan seperti tekanan darah, denyut jantung, berat badan, fungsi paru-paru, gejala pernapasan, nafas oksida nitrat, penghembusan karbon monoksida, dan tomografi resolusi tinggi pada paru-paru. Riset tersebut dipublikasikan di Jurnal Scientific Reports.

"Tidak ada temuan patologis yang dapat diidentifikasi pada tomografi resolusi tinggi pada paru-paru dan tidak ada gejala pernafasan yang dilaporkan secara konsisten pada pengguna rokok elektrik," tambah Polosa.

Studi dengan topik serupa juga sudah dilaksanakan di Indonesia oleh Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) dan membuktikan bahwa vape sebagai produk tembakau alternatif membawa manfaat menekan risiko kesehatan. YPKP masih terus mensosialisasikan hasil riset ini ke masyarakat yang masih mengosumsi rokok yang dikonsumsi dengan cara dibakar.

Pendiri YPKP Prof Dr. Achmad Syawqie Yazid mengatakan produk tembakau alternatif ini memiliki resiki kesehatan yang jauh lebih rendah dibanding rokok yang dikonsumsi dengan cara dibakar.

"Hal ini terjadi karena produk yang tidak dibakar dapat mengeliminasi TAR, racun berbahaya yang dihasilkan dari pembakaran tembakau dan sebagian bersifat karsinogenik," kata Syawqie.

Syawqie juga menyebutkan inovasi dari produk tembakau alternatif dapat menjadi solusi efisien untuk mengatasi masalah adiksi rokok. Konsep pengurangan risiko atau pengurangan bahaya (harm reduction) merupakan strategi ilmu kesehatan masyarakat yang bertujuan mengurangi konsekuensi negatif kesehatan dari sebuah produk atau perilaku.

"Saat ini, masih banyak penafsiran yang salah terkait produk tembakau alternatif seperti nikotin tempel, snus, vape, dan produk tembakau yang dipanaskan bukan dibakar, padahal, produk-produk tersebut telah terbukti secara klinis dapat menjadi alternatif untuk menekan dampak buruk dari rokok yang dikonsumsi dengan cara dibakar," jelasnya. (mdk/rhm)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP