Ridwan Kamil Ingin Aset Lahan Pemprov Jabar Lebih Produktif Usai Pandemi Covid-19
Merdeka.com - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menginginkan aset lahan milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat bisa produktif secara nilai ekonomi. Semua kebijakan harus disesuaikan dengan potensi di masing-masing wilayah.
Hal ini ia sampaikan usai meninjau aset berupa lahan milik Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar di Kiarapayung Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Sabtu (14/11).
Menurut Ridwan yang akrab disapa Emil itu, pengoptimalan aset ini dilakukan untuk melihat potensi ekonomi, sosial, dan penataan lingkungan atau konservasi di lahan milik Pemda Provinsi Jabar. Ia berharap semua lahan milik Pemda Provinsi Jabar produktif.
Kegiatan dilanjutkan dengan rapat terkait pengelolaan aset wilayah Pemda Provinsi Jabar di Kantor UPTD Sertifikasi dan Perbenihan Tanaman Hutan Dinas Kehutanan Provinsi Jabar di Jatinangor, Kabupaten Sumedang.
Dalam rapat tersebut, Emil juga memberikan arahan kepada semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengkaji potensi aset lahan yang dimiliki setiap OPD. Salah satunya dengan menggelar focus group discussion (FGD).
Dia mengarahkan, dalam FGD harus ada analisa potensi ekonomi dan sosial lingkungannya. Buat aturan yang sifatnya itu tidak harus selalu sewa (aset) dengan Peraturan Gubernur atau aturan lain. Kalau tidak punya nilai ekonomi bisa disewakan, tapi kalau ada nilai ekonomi jadi bagi hasil.
"Setelah pandemi, saya ingin di tanah-tanah milik Pemda Provinsi Jabar itu minimal kebun pangan," kata dia melalui siaran pers yang diterima.
"Makanya dilihat dulu jangan-jangan bukan untuk pariwisata potensinya. Bisa jadi tanah yang ada rumput ilalang itu bisa jadi kebun jahe merah, kopi. Harus ada visi itu," tambahnya.
Salah satu aset yang dimiliki Pemerintah Provinsi Jawa Barat adalah Hutan Daerah Kiarapayung (HDK) yang merupakan lahan bekas perkebunan Jatinangor yang pernah dikelola PD Kerta Gemah Ripah Provinsi Daerah Tingkat I Jabar.
Kawasan HDK yang memiliki luas lebih dari 907 hektare tersebut saat ini menjadi pusat sumber benih, sumber daya genetik, dan persemaian permanen, serta menjadi salah satu wilayah ekowisata di Jabar. Selain itu, di kawasan ini juga terdapat area pendidikan, pelatihan, dan penelitian.
Sementara lahan tidak terpakai di kawasan HDK dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk budidaya beberapa jenis tanaman seperti tembakau, padi, palawija, sayur-sayuran.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya