Ribuan Warga Terdampak Banjir Semenanjung Malaysia, Sejumlah Negara Bagian Siaga Bencana

Ribuan penduduk di berbagai negara bagian Semenanjung Malaysia terpaksa mengungsi akibat banjir bandang yang melanda. Simak informasi terkini dampak Banjir Semenanjung Malaysia yang meluas.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Ribuan Warga Terdampak Banjir Semenanjung Malaysia, Sejumlah Negara Bagian Siaga Bencana
Banjir Semenanjung Malaysia menyebabkan ribuan penduduk mengungsi di Perlis, Kelantan, Kedah, dan Terengganu. Ketahui dampak dan upaya penanganan bencana alam ini. (AntaraNews)

Banjir besar kembali melanda sejumlah wilayah di Semenanjung Malaysia dalam 24 jam terakhir, menyebabkan ribuan warga terpaksa mengungsi dari rumah mereka. Peristiwa ini terjadi setelah hujan deras mengguyur sebagian besar wilayah tersebut sejak kemarin, memicu kenaikan debit air sungai secara signifikan.

Kantor berita BERNAMA melaporkan bahwa dampak banjir ini terasa di beberapa negara bagian, termasuk Perlis, Kelantan, Kedah, dan Terengganu. Otoritas setempat telah bergerak cepat untuk mengevakuasi warga ke posko-posko penampungan yang aman.

Situasi darurat ini memerlukan koordinasi yang erat antara berbagai lembaga penanggulangan bencana untuk memastikan keselamatan dan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi. Pemantauan kondisi cuaca dan ketinggian air terus dilakukan secara intensif untuk mengantisipasi potensi dampak banjir lebih lanjut.

Dampak Meluas di Negara Bagian Utara Semenanjung Malaysia

Negara bagian Perlis, yang berbatasan langsung dengan Thailand, menjadi salah satu wilayah yang paling awal terdampak banjir. Lebih dari 200 warga dari daerah Padang Besar telah dievakuasi ke beberapa pusat penampungan sementara seperti SK Titi Tinggi, SK Lubuk Sireh, dan SK Felda Mata Air.

Direktur APM Perlis Letkol (PA) Mohd Izaimi Md Daud menjelaskan bahwa banjir melanda enam wilayah di Perlis, termasuk Kampung Titi Tinggi, Kampung Jalan Sahabat, dan Kampung Wang Kelian. Ketinggian air mulai naik secara drastis sejak pukul 6 pagi, mendorong tim APM Perlis untuk terus memantau situasi banjir secara ketat dan memberikan peringatan dini kepada masyarakat.

Di Kedah, banjir juga memengaruhi ratusan penduduk, dengan 356 orang dari 106 keluarga harus mengungsi. Mereka berasal dari sembilan desa, termasuk Kampung Siam dan Kampung Bukit Sarang Ayam, yang kini ditampung di lokasi aman seperti Masjid Al-Muhtadin Sungai Seluang dan SK Permatang Tok Dik. Penanganan banjir di Kedah terus diupayakan oleh pihak berwenang.

Kelantan dan Terengganu Juga Terendam Banjir

Kelantan menghadapi dampak banjir yang lebih masif, dengan 5.463 jiwa dari 2.047 keluarga terdampak dan harus mengungsi. Data dari portal Info Bencana JKM menunjukkan bahwa para warga ini ditampung di 26 posko pengungsian yang tersebar di empat distrik utama, yaitu Kota Bharu, Tumpat, Bachok, dan Pasir Puteh.

Departemen Irigasi dan Drainase mencatat bahwa ketinggian air di Sungai Melor di Kelantan mencapai 7,46 meter, melampaui tingkat peringatan yang ditetapkan sebesar tujuh meter. Kondisi ini menunjukkan bahwa banjir di Kelantan berada pada level yang mengkhawatirkan dan memerlukan perhatian serius dari semua pihak yang terlibat dalam penanggulangan bencana.

Tidak hanya itu, negara bagian Terengganu juga turut merasakan dampak banjir, dengan 531 warga dari 146 keluarga terdampak. Mereka juga telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman untuk menghindari risiko yang lebih besar. Upaya penanganan banjir di Terengganu terus dilakukan.

Kesiapsiagaan dan Pemantauan Bencana Banjir

Situasi banjir ini tidak hanya terbatas di Semenanjung Malaysia, tetapi juga meluas hingga ke wilayah perbatasan di Thailand. Kota Hat Yai, yang berdekatan dengan Perlis, dilaporkan turut terendam banjir, menyebabkan setidaknya 4.000 warga Malaysia yang berada di sana ikut terdampak. Ini menunjukkan bahwa dampak bencana banjir memiliki cakupan yang luas.

Pemerintah Malaysia melalui berbagai lembaga terkait terus meningkatkan kesiapsiagaan dan pemantauan terhadap kondisi cuaca ekstrem. Informasi terkini mengenai ketinggian air dan daerah rawan banjir terus disebarluaskan kepada masyarakat agar mereka dapat mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan. Pentingnya respons cepat dalam menghadapi situasi banjir sangat ditekankan.

Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang terkait evakuasi dan langkah-langkah keselamatan. Koordinasi antarnegara bagian dan dengan negara tetangga juga menjadi krusial dalam menghadapi bencana banjir lintas batas seperti ini. Langkah-langkah mitigasi jangka panjang juga perlu dipertimbangkan untuk mengurangi risiko banjir di masa mendatang.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi