Rencana pemulangan jenazah Tan Malaka menyatukan 142 pemimpin adat
Merdeka.com - Ada yang mengharukan pada acara majelis beradat perlepasan Delegasi Menjemput Jasad (alm) Ibrahim Datuk Tan Malaka Raja Adat Kelarasan Bungo Satangkai Suliki, di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatra Barat, Sabtu (14/1). Yakni 142 niniak mamak (pemimpin adat) yang terpisah selama 48 tahun kembali bersatu.
"Benar sekali acara majelis beradat perlepasan Delegasi Menjemput Jasad (alm) Ibrahim Datuk Tan Malaka telah menyatukan 142 pemimpin adat yang terpisah selama 48 tahun," kata Ferizal Ridwan, Wakil Bupati Limapuluh Kota.
Mengapa mereka berpisah? Dan tidak bertemu selama 48 tahun. Salah satu penyebabnya adalah dianggap hilang (alm) Ibrahim Datuk Tan Malaka Raja Adat Kelarasan Bungo Setangkai, di Nagari Pandam Gadang Kecamatan Gunuang Omeh Kabupaten Limapuluh Kota.

Komplek Rumah Tan Malaka ©2017 Merdeka.com/imam mubarok
"Makannya momen majelis beradat perlepasan Delegasi Menjemput Datuk Tan Malaka ini menjadi luar biasa karena diamini oleh 142 niniak mamak di Kelarasan Bungo Setangkai," ungkapnya.
Bahkan para penerima mandat pun bertambah yakin atas amanat tersebut, yakni Pantang pulang sebelum membawa pulang Ibrahim Datuk Tan Malaka.
Dari pantauan merdeka.com nama Tan Malaka di Sumatera Barat bukanlah nama yang asing. Hampir semua mengenal tentang sosok yang juga dijadikan pahlawan di era Presiden Soekarno ini.

Komplek Rumah Tan Malaka ©2017 Merdeka.com/imam mubarok
Jalan Tan Malaka
Bahkan di Payakumbuh sendiri, Tan Malaka dijadikan nama jalan terpanjang di Payakumbuh yakni 45 kilometer.
"Nomenklatur Jalan Tan Malaka ini kalau tidak salah sejak 20 tahun lalu. Bahkan jalan ini selalu dicari oleh wisatawan yang berkunjung ke Kota Payakumbuh selalu mencari jalan ini. Dulu Payakumbuh itu menjadi satu dengan Kabupaten Limapuluh Kota hingga akhirnya dipisah," kata Syaiful Guci, mantan Kabag Humas Pemkab Limapuluh Kota yang kini menjabat sebagai Humas DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota.
Bahkan nama Jalan Tan Malaka ini dijadikan sebuah puisi oleh penyair Sumatera Barat Ahda Imran:
Bila pulang?
Lurus jalan menuju Suliki
Di ujungnya persimpangan
Ini jalan orang dulu.
Puisi 'Jalan Tan Malaka, Payakumbuh' karya Ahda Imran.

Jalan Tan Malaka ©2017 Merdeka.com/imam mubarok
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya