Rektor UGM: Kami tidak membatalkan diskusi, hanya cabut izin peminjaman tempat
Merdeka.com - Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), Panut Mulyono angkat bicara terkait polemik batalnya seminar kebangsaan di Fakultas Peternakan yang menghadirkan pembicara mantan Menteri ESDM Sudirman Said dan Menteri ATR dan Kepala BPN Ferry Mursyidan Baldan. Panut membantah UGM melarang dan membatalkan seminar kebangsaan yang dihadiri oleh dua mantan menteri tersebut. UGM hanya mencabut izin peminjaman auditorium Peternakan karena penyelenggara acara bukanlah civitas akademik UGM.
"Acara seminar bukan diadakan oleh Fakultas Peternakan UGM. Setelah diketahui permohonan peminjaman tidak memenuhi prosedur akhirnya izin peminjaman kami cabut. Jadi bukan pembatalan seminar tetapi pencabutan izin peminjaman tempat. Bukan kapasitas kami untuk membatalkan seminar," ujar Panut, Senin (15/10).
Rektor UGM juga membantah adanya ancaman drop out bagi panitia penyelenggara acara seminar kebangsaan. Bagi Panut, UGM memiliki standar dan aturan tersendiri dan tidak begitu saja dikeluarkan.
"Kami tidak pernah mengancam mahasiswa yang terlibat sebagai panitia seminar dengan ancaman DO. DO tak semudah itu dikeluarkan, ada standar dan aturannya sendiri," urai Panut.
Sementara itu, Dekan Fakultas Peternakan, Ali Agus menerangkan, pencabutan izin dikarenakan masalah prosedural. Menurutnya, peminjaman tempat tak sesuai dengan aturan Dekan Fakultas Peternakan UGM Nomor 2036 Tahun 2014 tentang Tata Cara dan Izin Penggunaan Gedung Non Perkuliahan.
"Jadi bukan karena narasumbernya ini, itu. Seandainya narasumbernya siapa saja sama, prosedurnya sama, ada peraturan tata cara penggunaan gedung non perkuliahan," tutup Ali.
Sebelumnya, mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said angkat suara soal pembatalan seminarnya di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta pada Jumat (12/10). Menurutnya, pihak kampus tak memberi alasan jelas seminar bertajuk "Kepemimpinan Era Milenial", dicabut izinnya.
Meski mengaku tidak mempermasalahkan soal pembatalan, Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional Prabowo - Sandiaga ini menyayangkan sikap pihak kampus yang kabarnya mengancam akan memberhentikan mahasiswa yang menjadi panitia jika seminar tetap digelar.
"Yang saya sedih, kenapa harus pakai ada ancaman drop out segala ke adik adik kita kader bangsa. Semoga ancaman drop out itu tidak benar. Mereka tidak berbuat kesalahan. Mereka justru sedang membina diri," jelasnya.
Ketua Panitia Seminar Kebangsaan, Jibril Abdul Aziz mengatakan jika acara yang digagas oleh mahasiswa Peternakan GM itu awalnya dijadwalkan akan diselenggarakan pada Jumat (12/10) siang. Tetapi tiba-tiba izin peminjaman tempat dicabut oleh pihak pengelola UGM.
"Acara sudah dijadwalkan. Surat izin dan peminjaman tempat juga sudah disetujui. Tiba-tiba Jumat pagi saya dapat kabar dari pihak kampus jika izin peminjaman tempat di Auditorium Peternakan dicabut," ujar Aziz saat dihubungi, Sabtu (13/10).
Aziz mengatakan jika dirinya tak paham alasan pencabutan izin peminjaman tempat tersebut. Hanya saja pihak UGM beralasan khawatir terjadi hal-hal yang tak diinginkan.
"Pihak kampus, dari Prodi Peternakan hanya menyebut dikhawatirkan terjadi hal tak diinginkan, terjadi chaos. Padahal surat persetujuan pemakaian auditorium sudah ada tanda tangan dari BEM, Kamis kemarin juga sudah diparaf prodi, lalu pagi tadi tiba-tiba dicancel, dicabut izinnya," ungkap mahasiswa Peternakan angkatan 2014 ini.
Jibril Abdul Aziz mengaku mendapatkan ancaman di drop out (DO) dari UGM. Ancaman DO itu dikeluarkan jika Aziz tetap ngotot menggelar acara di UGM. "Saat dipanggil pihak kampus, ada yang bilang ke saya jika saya tetap ngotot mengadakan acara bisa di DO," ucapnya.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya