Pemilik Jelaskan Duduk Perkara Warung Mi Babi Tepi Sawah Sukoharjo Dibakar

Kepolisian kini telah menangkap terduga pelaku utama berinisial AS, di kontrakan Desa Purbayan, Baki, Sukoharjo, Senin (19/10) malam.

arie.sunaryo
Oleh arie.sunaryo- Reporter
Pemilik Jelaskan Duduk Perkara Warung Mi Babi Tepi Sawah Sukoharjo Dibakar
Lokasi warung mi dan babi tepi sawah di sukoharjo dibakar. (merdeka.com/arie sunaryo).

Motif pembakaran warung Mi dan Babi Tepi Sawah di Desa Parangjoro, Grogol, Sukoharjo, perlahan terungkap. Pemilik warung Jodi Sutanto mengaku memang pernah ada penolakan dan demo pada April lalu karena menjual makanan nonhalal. Hingga akhirnya aksi brutal pembakaran warung terjadi pada Sabtu (12/9) dini hari.

"Permasalahannya cuma satu, kita tidak boleh jualan nonhalal dan disuruh tutup karena masyarakat di sana mayoritas Muslim. Kalau perizinan kita sudah lengkap," ujar Jodi, Selasa (15/9).

Jodi menyebut sempat ada demo pada April lalu. Warung dinilai warga hanya mengantongi izin OSS online, tanpa izin lingkungan desa. Setelah itu situasi sempat tenang.

Jodi menegaskan bahwa bisnisnya memiliki izin legal yang lengkap serta lokasinya berada di area yang diapit pabrik dan persawahan, jauh dari pemukiman warga.

"Saya tidak bisa mengatakan siapa dan siapanya. Nanti biar pihak kepolisian saja yang menyelesaikan," ujar Jodi.

Berdasarkan informasi dihimpun menyebutkan, aksi protes dilakukan sejak Mei 2026 oleh ratusan warga Dukuh Sudimoro, Desa Parangjoro. Warga menggelar doa bersama, dan jalan kaki menuntut pencabutan izin usaha warung non-halal tersebut.

Warga mendesak agar lingkungan mereka bebas dari makanan nonhalal dan meminta pemilik mengubah menu menjadi halal.

Lokasi warung mi dan babi tepi sawah di sukoharjo dibakar. (merdeka.com/arie sunaryo).
Lokasi warung mi dan babi tepi sawah di sukoharjo dibakar. (merdeka.com/arie sunaryo).

Pembakar Warung Ditangkap

Sebelumnya, kepolisian telah menangkap terduga pelaku utama berinisial AS, di kontrakan Desa Purbayan, Baki, Sukoharjo, Senin (19/10) malam. Penangkapan berlangsung dramatis, pelaku melawan dengan samurai dan busur panah hingga melukai dua polisi, sebelum dilumpuhkan dengan tindakan tegas terukur.

Penggerebekan berlangsung mencekam. Tim gabungan Brimob, Polres, dan Polda Jateng mengerahkan mobil taktis Brimob hingga tim penjinak bom (Jibom). Sempat terdengar suara letusan tembakan di lokasi.

Kapolda Jateng Irjen Roy Hardi Siahaan mengatakan, pelaku melakukan perlawanan sengit menggunakan senjata tajam pedang dan sempat menembakkan busur panah ke arah petugas saat ditangkap. Akibat serangan itu, dua anggota polisi mengalami luka sabetan.

"Karena adanya perlawanan yang membahayakan nyawa petugas, polisi melakukan tindakan tegas terukur kepada pelaku," ujar Hardi.

Pelaku AS mengalami luka-luka akibat tindakan tegas tersebut, namun kondisinya dinyatakan sudah membaik setelah mendapat penanganan medis.

"Kegiatan penindakan yang dilakukan oleh kepolisian dalam hal ini Brimob, Polres, dan Polda berkaitan dengan kejadian yang terjadi pada tanggal 12 September, atas perusakan dan pembakaran warung Mi Babi di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Sukoharjo," kata dia.

Dia mengatakan, penangkapan ini merupakan tindak lanjut dari penyelidikan dan olah TKP kasus perusakan dan pembakaran Warung Mi dan Babi Tepi Sawah di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, pada Sabtu (12/9) lalu.

Saat ini, rumah kontrakan tempat persembunyian pelaku telah dipasangi garis polisi. Sejumlah barang bukti berupa sepeda motor, parang, dan busur panah diamankan Polda Jawa Tengah untuk penyelidikan lebih lanjut.

"Penggerebekan ini merupakan pengembangan dari hasil olah TKP. Ada beberapa alat bukti yang kita jadikan acuan sehingga mendapatkan suatu gambaran ada pelaku yang dicurigai. Sejauh ini yang kami amankan hanya satu orang, atas nama AS," pungkas dia.

Rekomendasi