Mengenal Greta Thunberg, Aktivis Swedia yang Soroti Kebakaran Kalimantan

Suarakan kabut asap Kalimantan, aktivis iklim Greta Thunberg turun tangan ajak warga dunia galang dana bantuan. Simak aksi dan profilnya!

Auria Setiarum Cahayani
Mengenal Greta Thunberg, Aktivis Swedia yang Soroti Kebakaran Kalimantan
Untuk diketahui, armada Global Sumud Flotilla berlayar sejak bulan lalu untuk mengangkut bantuan ke Gaza yang dilanda perang. Kapal-kapal ini mengangkut bantuan serta para politisi dan aktivis, termasuk aktivis iklim asal Swedia Greta Thunberg. (AP Photo/Petros Giannakouris)

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap yang melanda Kalimantan tidak hanya menyita perhatian nasional, tetapi juga internasional. Aktivis lingkungan asal Swedia, Greta Thunberg, turut menyuarakan krisis ekologi tersebut dan mengimbau agar kondisi di lapangan disebarluaskan ke masyarakat dunia.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Jumat (16/10), Greta membagikan ulang video dari aktivis pembela hak masyarakat adat, Emmanuela Shinta.

Dalam video tersebut, Shinta tampak mengenakan masker gas di tengah pekatnya kabut asap berwarna oranye, sembari menegaskan bahwa kebakaran lahan di Kalimantan belum juga mereda.

Tak sekadar menyebar kesadaran, Greta juga mengajak masyarakat internasional untuk berdonasi melalui kampanye Borneo’s Fires and Haze Crisis Fundraising Campaign. Dana yang terkumpul rencananya disalurkan untuk mendukung operasional pemadam kebakaran, penyediaan posko pengungsian, perlindungan kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia, hingga upaya penyelamatan sisa hutan.

 

Unggahan Instagram Greta Thunberg
Unggahan ulang video dalam Instagram Greta Thunberg soal karhutla pada Jumat (16/10)

Aktivis Gen Z Asal Swedia

Greta Thunberg adalah seorang aktivis lingkungan asal Swedia yang lahir pada 2003. Perjalanannya dimulai sejak usia 15 tahun saat melancarkan aksi mogok sekolah (Fridays for Future) di luar gedung Parlemen Swedia demi menuntut tindakan nyata pemerintah dalam menghadapi krisis iklim.

Saat itu, Greta duduk di luar gedung Parlemen Swedia membawa papan kayu bertuliskan 'Skolstrejk för klimatet' (Mogok Sekolah untuk Iklim). Aksi nekatnya ini awalnya dianggap angin lalu, tetapi perlahan menarik perhatian media lokal dan internasional.

Aksi tunggalnya tersebut berkembang ke kancah global yang melibatkan jutaan pelajar di berbagai belahan dunia.

Greta juga dikenal lewat pidato tegasnya di KTT Iklim PBB (UN Climate Action Summit 2019) dengan kalimat ikonik, 'You have stolen my dreams and my childhood with your empty words... How dare you!'

Aksi-aksinya yang vokal membuat Greta dianugerahi gelar Person of the Year 2019. Dia menjadi individu termuda yang pernah menerima gelar tersebut sejak majalah TIME pertama kali mempublikasikannya pada tahun 1927, mengalahkan nama-nama besar di dunia politik dan bisnis.

Rekomendasi