Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus menyebut seluruh puskesmas dan rumah sakit umum daerah (RSUD) akan dibenahi secara menyeluruh bagian perintah Presiden Prabowo Subianto. Termasuk membangun puskesmas di atas lahan seluas 2.000 meter persegi.
"Rencana tahun depan seluruh Puskesmas se Indonesia. Total ada 60 ribu puskesmas dibangun dua lantai, lahannya minimal 2.000 meter persegi," kata Benny sembari memaparkan desain renovasi puskesmas dalam kegiatan bertajuk Pertemuan Monitoring dan Evaluasi Active Care Finding TBC di Hotel Ayana Azana Tawangmangu Karanganyar, Senin (28/9).
Advertisement
Rancangan Bangunan
Dalam paparannya, puskesmas yang memiliki bangunan fungsional saat ini, mulai tahun depan direnovasi dengan membuat bangunan menjadi dua lantai. Sedangkan untuk desain memperlihatkan bentuk puskesmas nantinya menyerupai gedung swalayan.
"Bangunan puskesmas yang direnovasi wajib berada di lahan seluas 2.000 meter persegi," ujar Benny.
Selain merenovasi puskesmas, semua RSUD juga akan diperbaiki tahun depan. Pihaknya memasang target renovasi RSUD hingga ratusan titik. Sedangkan untuk renovasi RSUD paling susah dilakukan di Wamena Papua.
"Sebab proyek RSUD di Wamena membutuhkan alokasi anggaran tiga kali lipat ketimbang kegiatan proyek di Jawa. Beliau (presiden) juga ingin renovasi RSUD. Tahun ini sudah direnovasi 66 RSUD di Sumba, Manggarai namun yang paling sulit di Wamena Papua. Anggarannya empat kali dari pembangunan di Jawa," ujar dia.
Dengan adanya perbaikan fasilitas puskesmas dan RSUD paling tidak bisa menunjukkan kepada publik bahwa tahapan pemerataan kesehatan tak melulu dikerjakan di Jawa Tengah. Melainkan bisa menyasar seluruh wilayah terpencil.
"Kami ingin menunjukan bahwa pemerataan kesehatan tidak hanya dilakukan di Jawa Tengah tetapi seluruh pelosok pulau. Membangun rumah sakit sangat gampang karena membangun dua tahun sudah bisa jadi. Itu bisa dibuktikan oleh beberapa direktur rumah sakit," pungkas Benny.