Jejak Turis Polandia Hilang Berakhir di Pantai Yeh Kuning

Korban sebelumnya hilang terseret arus di Pantai Tembles, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Bali, pada Minggu (31/8).

Moh Kadafi
Oleh Moh Kadafi - Reporter
Jejak Turis Polandia Hilang Berakhir di Pantai Yeh Kuning
Korban saat dilakukan evakuasi oleh petugas, Rabu (2/9). (merdeka.com/Kadafi).

Jenazah wisatawan asal Polandia bernama Marcin Dawid (44) ditemukan di Pantai Yeh Kuning, Kabupaten Jembrana, Bali, pada Rabu (2/9) sore.

Korban sebelumnya hilang terseret arus di Pantai Tembles, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Bali, pada Minggu (31/8). Korban awalnya disebutkan sebagai warga negara asing (WNA) asal Inggris.

Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana, Dewa Hendri Gunawan mengatakan, tim SAR gabungan akhirnya menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia setelah dilakukan pencarian melibatkan tim search and rescue unit (RSU) laut, darat dan udara.

"Info awal yang diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menyebutkan korban adalah WNA Inggris. Namun di hari kedua terkonfirmasi bahwa korban adalah warga Negara Polandia sesuai tercantum dalam kartu identitasnya," kata Dewa Hendri, Rabu (2/9).

 

Korban saat dilakukan evakuasi oleh petugas, Rabu (2/9). (merdeka.com/Kadafi).
Korban saat dilakukan evakuasi oleh petugas, Rabu (2/9). (merdeka.com/Kadafi).

Tim SAR Gabungan melaksanakan operasi pencarian dengan melibatkan sejumlah unsur SAR. Pada hari ketiga operasi, pukul 07.00 WITA, tim SAR gabungan langsung melaksanakan briefing serta pembagian tugas untuk menentukan pola dan sektor pencarian.

Kemudian pada pukul 07.40 WITA, tim SAR gabungan melakukan pencarian melalui jalur laut menggunakan satu unit rubber boat Basarnas yang diawaki empat personel. Pencarian dilakukan ke arah barat dari Pantai Tembles sesuai dengan rencana operasi SAR. Pencarian kemudian diperluas melalui jalur udara dengan menggunakan drone thermal.

Hingga pukul 10.00 WITA, pencarian melalui jalur laut dan udara belum membuahkan hasil.

"Tim SAR gabungan kemudian melanjutkan pencarian pada sore hari dengan melakukan penyisiran di sepanjang pantai ke arah barat dari lokasi kejadian. Pencarian juga kembali didukung penggunaan drone thermal," imbuhnya.

 

Korban saat dilakukan evakuasi oleh petugas, Rabu (2/9). (merdeka.com/Kadafi).
Korban saat dilakukan evakuasi oleh petugas, Rabu (2/9). (merdeka.com/Kadafi).

Kemudian, kurang lebih pada pukul 17.20 WITA, tim SAR gabungan menerima informasi bahwa ada penemuan jenasah terdampar di Pantai Yeh Kuning, Jembrana, sekitar 7,5 kilo meter ke arah barat dari lokasi kejadian atau di Pantai Tembles.

Sesosok tubuh dalam keadaan sudah kaku dilihat pertama kali oleh warga setempat, dan langsung dilaporkan kepada pihak kepolisian.

"Sempat dapat informasi dari rekan-rekan di Pantai Air Kuning, disampaikan bahwa penemuan mayat yang ada di pinggir Pantai Air Kuning," ujarnya.

"Selanjutnya, korban dievakuasi menuju RSU Negara menggunakan ambulans Polres Jembrana untuk proses penanganan lebih lanjut," ujarnya..

Sebelumnya, seorang warga negara asing (WNA) asal Polandia bernama Marcin Dawid (44) diduga terseret arus di Pantai Tembles, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Bali.

Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Jembaran, Dewa Putu Hendri Gunawan mengatakan peristiwa itu diketahui pada Minggu (30/8) malam dan dilaporkan pada Senin (31/8).

"Kecurigaan itu muncul karena adanya sepeda motor yang terparkir dan juga beberapa barang miliknya," kata Hendri dalam keterangan tertulisnya, Senin (31/8).

Kemudian, petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima informasi pagi ini pada pukul 05.55 WITA. Dari informasi, warga Inggris itu tiba di Pantai Tembles, kurang lebih pukul 18.00 WITA.

"Sampai dengan saat ini belum ada titik terang keberadaan korban," imbuhnya.

Rekomendasi