Pos Polisi Satlantas Wilayah Jakarta Barat di bawah Flyover Slipi, Jalan S. Parman, Palmerah, kembali menjadi sasaran massa pada Kamis (27/8/2026) malam. Fasilitas kepolisian tersebut dirusak hingga bagian kaca bangunan pecah dan api sempat berkobar dari dalam pos.
Perusakan kali ini bukan yang pertama. Pos polisi di kawasan Slipi tersebut tercatat beberapa kali menjadi sasaran dalam kericuhan demonstrasi, termasuk pada 2019 dan 2025.
KBO Satlantas Polres Metro Jakarta Barat AKP Sudarmo mengatakan kerusakan terjadi pada pos polisi yang berada di tengah maupun di pinggir jalan.
“Ya seperti yang dilihat ini pos kami, pos lalu lintas Slipi, baik yang di tengah maupun yang di pinggir, dirusak massa,” kata Sudarmo saat ditemui di lokasi, Jumat (28/8/2026).
Sudarmo mengatakan kejadian serupa juga pernah terjadi pada 2025. Menurut dia, perusakan pada Kamis malam merupakan kejadian kedua yang dialami pos tersebut dalam dua tahun terakhir.
"Sini sudah tahun yang lalu, tahun 2025 sama juga kejadiannya. Ini dirusak juga. Ini yang kedua kali," lanjutnya.
Kerusakan terlihat pada sejumlah bagian bangunan, termasuk kaca dan pendingin udara (AC) di dalam pos. Sejumlah separator Transjakarta yang terdampak kericuhan juga masih dalam proses penanganan.
Meski demikian, kondisi lalu lintas di wilayah Jakarta Barat, mulai dari Slipi hingga Tomang, telah kembali normal dan kondusif. Sudarmo mengatakan kawasan Slipi masih menjadi titik yang diwaspadai karena menjadi salah satu jalur pergerakan massa dari arah Gedung DPR/MPR.
“Untuk sampai saat ini, ya untuk yang perlu diwaspadai, ya wilayah Jakarta Barat, khususnya Slipi ini kan imbas dari pendorongan massa yang dari gedung di DPR/MPR. Titik yang perlu diwaspadai cuma Slipi saja,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi kericuhan kembali terjadi, Ditlantas Polda Metro Jaya menempatkan lima personel bantuan kendali operasi (BKO) di kawasan Slipi.
“Untuk petugas penambahan, kita dapat BKO dari Ditlantas Polda Metro Jaya. Nah ini ada kurang lebih ada 5 orang di sini,” kata Sudarmo.
Massa Rusak hingga Bakar Pos Polisi
Kericuhan di kawasan Slipi terjadi setelah aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR pada Kamis malam. Massa yang didominasi remaja mengerubungi pos polisi yang berada di bawah Flyover Slipi.
Kaca bagian depan pos pecah setelah dilempari batu. Tak lama kemudian, api terlihat berkobar dari dalam bangunan dan menghasilkan kepulan asap.
Warga bernama Royyan (25) mengaku melihat segerombolan massa berada di sekitar pos sebelum pembakaran terjadi.
“Saya tiba di situ (pos polisi) lagi proses pembakaran,” kata Royyan saat ditemui di lokasi, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (27/8/2026).
Menurut Royyan, polisi kemudian menembakkan gas air mata dari arah Flyover Slipi. Massa yang berada di sekitar lokasi langsung berhamburan.
“Terus gas air mata langsung meletus, massa langsung lari. Saya juga lari takut ketangkap,” tuturnya.
Royyan mengatakan massa kemudian berlarian ke sejumlah arah, termasuk menuju Palmerah dan Pejompongan. Dia juga melihat sejumlah orang terjatuh di sekitar pom bensin Palmerah.
Sebelum akhirnya dibubarkan, massa sempat kembali bergerak ke arah lampu merah. Namun, tak lama kemudian mereka kembali meninggalkan lokasi.
Pernah Dibakar pada 2019
Pos polisi Slipi bukan kali pertama menjadi sasaran dalam kericuhan demonstrasi. Pada 2019, fasilitas kepolisian tersebut juga mengalami kerusakan dalam rangkaian aksi massa.
Pada 24 September 2019, massa yang didominasi remaja, termasuk sejumlah pelajar yang masih mengenakan seragam sekolah, terlibat bentrokan dengan polisi. Massa melempari petugas menggunakan petasan, batu, hingga senjata tumpul.
Polisi merespons dengan menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa. Bentrokan berlangsung sekitar 10 menit sebelum massa terdorong mundur dari lokasi.
Malam harinya, pos polisi Slipi kembali menjadi sasaran. Massa membakar pos sekitar pukul 21.50 WIB.
Bangunan pos mengalami kerusakan parah. Sejumlah sepeda motor yang berada di sekitar lokasi juga ikut hangus terbakar.
Sehari setelah kerusuhan, kondisi pos menyisakan puing dan bekas kebakaran. Garis polisi dipasang mengelilingi bangunan yang sebelumnya digunakan untuk pelayanan kepolisian.
Kembali Dirusak pada 2025
Enam tahun kemudian, pos polisi di kawasan Slipi kembali menjadi sasaran massa. Dalam kericuhan demonstrasi pada 25 Agustus 2025, massa merusak pos polisi dan membakar tenda yang berada di sekitar lokasi.
Kericuhan bermula ketika polisi berupaya menghalau massa yang bergerak dari depan Gedung DPR menuju Semanggi dan Slipi. Massa kemudian melemparkan batu dan berbagai benda ke arah petugas. Polisi merespons dengan tembakan gas air mata serta mendorong massa untuk membubarkan kerumunan.
Situasi semakin tegang setelah massa di sejumlah titik membakar ban dan benda lainnya. Di kawasan Flyover Slipi, petugas gabungan berupaya menahan laju massa yang terus mendesak.
Di tengah kericuhan, sejumlah fasilitas umum kembali menjadi sasaran. Pos polisi Slipi turut dirusak setelah massa memukul kaca jendela menggunakan benda tumpul hingga pecah. Tak lama kemudian, kobaran api terlihat di tengah kerumunan.
Kini, pada 2026, pos polisi yang sama kembali mengalami kerusakan. Rentetan kejadian tersebut membuat pos polisi Slipi berulang kali menjadi saksi sekaligus sasaran dalam kericuhan demonstrasi di kawasan tersebut.