Viral Guru di Lampung Temukan Benda Mirip Peluru di Menu MBG

Benda itu diklaim ditemukan oleh seorang siswa kelas 5 di dalam potongan daging menu MBG.

Raynaldo Ghiffari Lubabah
Viral Guru di Lampung Temukan Benda Mirip Peluru di Menu MBG
Viral Guru di Lampung Murka, Peluru Ditemukan di Menu MBG

Video seorang guru yang menunjukkan benda menyerupai peluru senapan angin di dalam daging menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) viral di media sosial.

Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi di SD Negeri 3 Sindangsari, Kecamatan Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara.

Dalam video yang diterima Liputan6.com, guru tersebut tampak kecewa sambil memperlihatkan benda yang disebut menyerupai peluru senapan angin. Benda itu diklaim ditemukan oleh seorang siswa kelas 5 di dalam potongan daging menu MBG.

"Ini murid saya kelas 5, Ardi, menemukan satu buah peluru senapan angin di dalam daging," ujar guru tersebut dalam video.

Guru itu kemudian mempertanyakan pengawasan terhadap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sindangsari yang menyediakan makanan bagi siswa.

Dia juga menyebut dapur tersebut sebelumnya pernah mendapat teguran terkait menu yang dibagikan kepada penerima manfaat.

"Ini peluru senapan angin di dalam daging dari dapur MBG Sindangsari. Saya minta pertanggungjawaban yang punya dapur MBG," katanya.

Temuan benda asing tersebut kini tengah diperiksa untuk memastikan jenis dan asal-usulnya serta bagaimana benda itu dapat berada di dalam makanan.

 

SPPG Sindangsari Disetop Sementara

Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Lampung, Fitra Alfarisi, membenarkan adanya laporan mengenai temuan benda menyerupai peluru tersebut.

Fitra mengatakan SPPG Sindangsari telah disetop sementara atau disuspend. Penghentian dilakukan sembari tim melakukan penelusuran terhadap kejadian tersebut.

"Sudah monitor, itu dapurnya sudah di-suspend. Saat ini tim kami masih mencari tahu peluru senapan angin itu berasal dari mana," kata Fitra saat dikonfirmasi Liputan6.com, Rabu (26/8/2026).

Menurut Fitra, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan untuk mengetahui bagaimana benda tersebut bisa masuk ke dalam makanan yang diproses di dapur SPPG.

Dia mengatakan laporan mengenai kejadian tersebut telah diterima secara berjenjang dan pihaknya telah melakukan pengecekan.

"Peristiwa itu terjadi antara tanggal 14-16 Agustus, itu laporannya sudah masuk ke kami. Kami sudah cek, tapi video viralnya juga sudah kami monitor," ujarnya.

Daging yang diduga berisi benda menyerupai peluru tersebut telah diserahkan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Utara untuk menjalani pemeriksaan dan uji laboratorium.

Fitra mengimbau seluruh SPPG di wilayah Lampung dan Bengkulu memperketat pengawasan dalam proses penyediaan makanan bagi penerima manfaat.

"Kami mengimbau seluruh SPPG di wilayah Lampung dan Bengkulu untuk berkomitmen menyajikan menu yang higienis, memenuhi kecukupan gizi, dan lezat," katanya.

 

KPPG Usut Kemunculan Peluru

Dia juga mengapresiasi kritik, masukan, dan laporan masyarakat terkait pelaksanaan program MBG. Menurutnya, laporan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan tata kelola penyediaan makanan.

"Kami sangat terbuka terhadap masukan dan kritik. Ini menjadi vitamin buat kami untuk perbaikan," ujar Fitra.

Masyarakat dapat menyampaikan pengaduan melalui saluran resmi Badan Gizi Nasional (BGN), termasuk PO Box 4500 dan Siaga 127.

Fitra menegaskan pihaknya belum menyimpulkan penyebab munculnya benda menyerupai peluru tersebut.

Penelusuran masih dilakukan untuk memastikan asal-usul benda dan bagaimana benda itu dapat masuk ke makanan yang disajikan kepada siswa.

Rekomendasi