Guncangan gempa bermagnitudo 7,7 di Mbay, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) membuat warga di Reo, Kabupaten Manggarai, panik. Meski berjarak cukup jauh dari pusat gempa, getarannya terasa kuat dan memicu kepanikan.
Di tengah situasi tersebut, warga melakukan evakuasi mandiri. Sejumlah rumah di Reo dilaporkan terbakar saat kepanikan terjadi, sementara gempa susulan masih dirasakan hingga pagi.
Informasi lapangan ini disampaikan warga setempat kepada Liputan6.com.
Advertisement
Evakuasi Mandiri Usai Gempa Mbay Nagekeo NTT, Api Muncul di Reo
Seorang warga Reo, Jufri Husen (37), menyebut warganya memilih menyelamatkan diri dan meninggalkan rumah ketika guncangan kuat terjadi.
"Kami evakuasi mandiri, rumah dibiarkan saja," kata Jufri Husen (37), warga Reo, Manggarai, NTT, Sabtu (15/8/2026).
Jufri juga menceritakan kondisi di kampungnya saat kepanikan melanda.
"Beberapa rumah di kampung kami kebakaran karena panik gempa. Tapi belum ada damkar," katanya.
Advertisement
Dapur Ambruk dan Kekhawatiran Tsunami
Warga lainnya, Baria (55), mengisahkan suasana subuh yang mencekam dan keputusan keluarganya untuk mengungsi ke tempat yang dianggap lebih aman.
"Gempa tadi subuh. Kami panik. Gempa tidak berhenti sampai sekarang," kata Baria (55).
Ia menuturkan langkah evakuasi yang diambil setelah bangunan rumahnya terdampak dan adanya peringatan tsunami.
"Dapur rumah ambruk. Kami panik langsung evakuasi ke rumah anak sekitar beberapa kilometer dari rumah. Karena ada peringatan tsunami," katanya.
Baria menyebut lindu lanjutan masih dirasakan.
"Masih terjadi gempa lagi," ujarnya.