Tegas! Polisi Tidak Akan Rehabilitasi Artis Rio Reifan

Rio Reifan sudah lima kali terjerat kasus narkoba.

Rahmat Baihaqi
Oleh Rahmat Baihaqi - Reporter
Tegas! Polisi Tidak Akan Rehabilitasi Artis Rio Reifan
Tegas! Polisi Tidak Akan Rehabilitasi Artis Rio Reifan (Merdeka.com)

Rio Reifan sudah lima kali terjerat kasus narkoba.

Polisi menetapkan artis Rio Reifan sebagai tersangka kasus penyalahgunaan narkotika.

Polisi menetapkan artis Rio Reifan sebagai tersangka kasus penyalahgunaan narkotika.<br>
Dok. Istimewa

Rio Riefan sebelumnya ditangkap polisi di Kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (26/4) malam.

Alasan Tidak Direhabilitasi

Rio Reifan sudah terjerat kasus narkoba untuk kelima kalinya. Polisi menegaskan tidak memberikan rehabilitasi terhadap Rio Reifan karena sudah berkali-kali tersandung Kasus narkoba.

"Kita berpedoman kepada telegram Kabareskrim Polri bahwa terkait pelaku narkoba yang sudah berkali-kali ditangkap maka tidak ada proses rehabilitasi," ujar Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Syahduddi di Mapolres Metro Jakarta Barat, Jumat (3/5).

Polisi menemukan narkoba saat menangkap Rio Reifan di kediamannya Kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (26/4) lalu.

Polisi menemukan narkoba saat menangkap Rio Reifan di kediamannya Kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (26/4) lalu.<br>
Dok. Istimewa

Barang bukti disita polisi antara lain sabu, ekstasi dan alprazolam.

Rio Reifan mengaku khilaf mengonsumsi narkoba.

Rio Reifan mengaku khilaf mengonsumsi narkoba.<br>
Dok. Istimewa

Polisi tetap bakal memproses Rio Reifan secara hukum atas perbuatannya dan dijerat Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dan Undang-Undang psikotropika.

Pemasok Narkoba Diburu Polisi

Polisi juga masih memburu sosok pemasok narkoba untuk Rio Reifan berinisial B. Pelaku juga telah ditetapkan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).


"Saat ini sedang menjadi salah satu target operasi kita untuk kita amankan dan penyidik sampai saat ini masih di lapangan, dan bila sudah tertangkap pasti akan kita sampaikan," pungkas Syahduddi.

Rekomendasi