FOTO: Momen Massa May Day di HI Singgung Pemerintah 'Agak Laen': Upah Dibayar Murah, Buruh Dipandang Rendah

Massa buruh yang menggelar aksi May Day di Bundaran HI juga membawa 'tikus raksasa' berdasi yang membawa buku hitam bertuliskan "Omnibus Law UU Cipta Kerja".

Nanda Farikh Ibrahim
Oleh Nanda Farikh Ibrahim - Reporter
FOTO: Momen Massa May Day di HI Singgung Pemerintah 'Agak Laen': Upah Dibayar Murah, Buruh Dipandang Rendah
FOTO: Momen Massa May Day di HI Singgung Pemerintah 'Agak Laen': Upah Dibayar Murah, Buruh Dipandang Rendah (Merdeka.com)

Massa buruh yang menggelar aksi May Day di Bundaran HI juga membawa 'tikus raksasa' yang memakai dasi dan membawa buku hitam bertuliskan "Omnibus Law UU Cipta Kerja"

Ribuan buruh dari sejumlah aliansi juga memadati kawasan Bundaran HI, Jakarta, Rabu (1/5/2024). Mereka turut menyampaikan aspirasinya dalam aksi unjuk rasa memperingati May Day atau Hari Buruh Sedunia yang jatuh pada 1 Mei. Foto: Liputan6.com/Angga Yuniar

Ribuan buruh dari sejumlah aliansi juga memadati kawasan Bundaran HI, Jakarta, Rabu (1/5/2024). Mereka turut menyampaikan aspirasinya dalam aksi unjuk rasa memperingati May Day atau Hari Buruh Sedunia yang jatuh pada 1 Mei. Foto: Liputan6.com/Angga Yunia
Dok. Istimewa

Dalam aksinya, massa buruh tampak membawa 'tikus raksasa' yang memakai dasi dan membawa buku hitam bertuliskan "Omnibus Law UU Cipta Kerja". Foto: Liputan6.com/Angga Yuniar

Dalam aksinya, massa buruh tampak membawa 'tikus raksasa' yang memakai dasi dan membawa buku hitam bertuliskan "Omnibus Law UU Cipta Kerja". Foto: Liputan6.com/Angga Yuniar
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Selain itu, massa buruh juga membawa berbagai atribut, seperti poster, spanduk, hingga bendera, yang menampilkan sejumlah tuntutan mereka. Foto: Liputan6.com/Angga Yuniar

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Dalam salah satu poster yang dibawa massa buruh, mereka tampak menyinggung kebijakan pemerintah yang 'agak laen'. "Agak laen pemerintah, upah dibayar murah, buruh dipandang rendah," tulis buruh dalam poster tersebut. Foto: Liputan6.com/Angga Yuniar

Selain itu, dalam salah satu spanduk yang terpampang, massa buruh menuliskan "Jokowi= Bapak Upah Murah Indonesia".

Selain itu, dalam salah satu spanduk yang terpampang, massa buruh menuliskan "Jokowi= Bapak Upah Murah Indonesia".
Dok. Istimewa

Di spanduk yang sama, buruh juga menuliskan tuntutannya. Yaitu, pencabutan Undang-Undang Cipta Kerja dan menolak PP 51/2023 yang menjadi dasar kenaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK). Foto: Liputan6.com/Angga Yuniar

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Massa buruh bergandengan tangan dan membentuk barikade saat berunjuk rasa memperingati May Day atau Hari Buruh Sedunia di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Rabu (1/5/2024). Foto: Liputan6.com/Angga Yuniar

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Massa buruh berunjuk rasa memperingati May Day atau Hari Buruh Sedunia di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Rabu (1/5/2024). Foto: Liputan6.com/Angga Yuniar

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Massa buruh berunjuk rasa memperingati May Day atau Hari Buruh Sedunia di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Rabu (1/5/2024). Foto: Liputan6.com/Angga Yuniar

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Massa buruh membawa poster bergambar wajah Presiden Jokowi saat berunjuk rasa memperingati May Day atau Hari Buruh Sedunia di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Rabu (1/5/2024). Foto: Liputan6.com/Angga Yuniar

Rekomendasi