Advertisement
Kericuhan yang melibatkan dua kelompok pengunjuk rasa mewarnai aksi demo di kawasan Patung Kuda, Jakarta, Jumat (19/4/2024).
Awalnya, massa yang menolak pemilu curang menggelar aksi terlebih dahulu di lokasi tersebut. Merdeka.com/Imam Buhori
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8965415/original/022181200_1782978538-1713520895552-s73hj.jpg)
Advertisement
Mereka menuntut Mahkamah Konstitusi (MK) bersikap adil dan menggunakan hati nurani dalam memutuskan sengketa hasil Pilpres 2024. Merdeka.com/Imam Buhori
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8965416/original/080572000_1782978538-1713521152520-b8ljk.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8965417/original/090801600_1782978538-1713521229371-a919m.jpg)
Pengunjuk rasa yang menolak pemilu curang juga sempat menggelar salat Jumat berjemaah di lokasi demo. Bertindak sebagai khatib dalam salat Jumat tersebut adalah Din Syamsuddin, selaku Ketua Gerakan Penegak Kedaulatan Rakyat (GPKR). Merdeka.com/Imam Buhori
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8965418/original/035016600_1782978539-1713574516865-rnmq3.jpg)
Lalu, sekitar pukul 15.00 WIB, kelompok pengunjuk rasa berbeda datang ke kawasan Patung Kuda. Mereka membawa spanduk bertuliskan "Tolak Intervensi Berkedok Sahabat Keadilan". Merdeka.com/Imam Buhori
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8965419/original/034719800_1782978540-1713574546335-8u5y0j.jpg)
Tak lama kemudian, pengunjuk rasa menolak pemilu curang dan massa yang baru datang tersebut saling meelemparkan batu, botol, dan benda lainnya. Merdeka.com/Imam Buhori
Advertisement
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8965420/original/072965600_1782978540-1713521510491-ko4ty.jpg)
Aparat kepolisian yang bertugas di lokasi pun dengan sigap melakukan pengamanan. Mereka membentuk barikade berlapis untuk memisahkan dua kelompok pengunjuk rasa. Merdeka.com/Imam Buhori
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8965421/original/082702000_1782978540-1713521566081-939jf.jpg)
Berkat kesigapan aparat kepolisian, kericuhan dua kelompok pengunjuk rasa itu berhasil diredam. Merdeka.com/Imam Buhori

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8965414/original/097650700_1782978537-1713521861537-sy6hh.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9385050/original/071913600_1793229150-6ae1e01b09e39.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9385048/original/092333700_1793228126-IMG-20261028-WA0110.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9385045/original/078853400_1793226778-20261029050929.mmi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9385047/original/086770700_1793227921-1001801986.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9385031/original/031357100_1793212010-004412600_1793211445-1001696857.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9385029/original/072880800_1793211444-1001696893.jpg)