Evakuasi Ahmad Juwanto, Pemuda Obesitas 230 Kilogram di Jakarta Timur Berlangsung Dramatis

Ahmad Juwanto yang berbobot 230 kilogram itu hanya bisa berbaring saat dievakuasi.

Imam Buhori
Oleh Imam Buhori - Reporter
Evakuasi Ahmad Juwanto, Pemuda Obesitas 230 Kilogram di Jakarta Timur Berlangsung Dramatis
Evakuasi Ahmad Juwanto, Pemuda Obesitas 230 Kilogram di Jakarta Timur Berlangsung Dramatis (Merdeka.com)

Ahmad Juwanto (19) yang berbobot 230 kilogram hanya bisa berbaring saat dievakuasi petugas gabungan.

Petugas gabungan saat berjibaku melakukan evakuasi terhadap pemuda bernama Ahmad Juwanto yang memiliki berat badan di atas normal (obesitas) di Jakarta Timur, Kamis (6/7/2023).

Petugas gabungan saat berjibaku melakukan evakuasi terhadap pemuda bernama Ahmad Juwanto yang memiliki berat badan di atas normal (obesitas) di Jakarta Timur, Kamis (6/7/2023).
Dok. Istimewa

Evakuasi pemuda berusia 19 tahun itu berlangsung dramatis. Tubuh Ahmad seberat 230 kilogram itu akan dibawa petugas ke rumah sakit untuk menjalani proses pemeriksaan.

Evakuasi pemuda berusia 19 tahun itu berlangsung dramatis. Tubuh Ahmad seberat 230 kilogram itu akan dibawa petugas ke rumah sakit untuk menjalani proses pemeriksaan.
Dok. Istimewa

Dalam sehari-harinya, Ahmad Juwanto terlihat hanya bisa berbaring dan duduk di dalam rumah. Ia juga tidak bisa beraktivitas seperti teman-temannya yang memiliki berat tubuh yang normal.

Dalam sehari-harinya, Ahmad Juwanto terlihat hanya bisa berbaring dan duduk di dalam rumah.
Ia juga tidak bisa beraktivitas seperti teman-temannya yang memiliki berat tubuh yang normal.
Dok. Istimewa

Berat tubuhnya yang tak normal itu mulai terlihat sejak Ahmad menginjak usia 10 tahun. Namun kondisinya saat itu masih bisa beraktivitas seperti anak-anak pada umumnya sampai usia 17 tahun.

Berat tubuhnya yang tak normal itu mulai terlihat sejak Ahmad menginjak usia 10 tahun. Namun kondisinya saat itu masih bisa beraktivitas seperti anak-anak pada umumnya sampai usia 17 tahun.
Dok. Istimewa

Berat badannya semakin bertambah saat Ahmad menginjak usia 18 tahun hingga pada bobotnya sekarang yang sudah tidak mungkin untuk berjalan.

Berat badannya semakin bertambah saat Ahmad menginjak usia 18 tahun hingga pada bobotnya sekarang yang sudah tidak mungkin untuk berjalan.
Dok. Istimewa

Setiap hari, Ahmad banyak menghabiskan waktunya dengan berbaring dan duduk di ruang tamu rumahnya yang berlokasi di Jalan SMP 160 Ceger, Cipayung, Jakarta Timur.

Setiap hari, Ahmad banyak menghabiskan waktunya dengan berbaring dan duduk di ruang tamu rumahnya yang berlokasi di Jalan SMP 160 Ceger, Cipayung, Jakarta Timur.
Dok. Istimewa

Dengan kondisi obesitas yang dideritanya ini membuat Ahmad terpaksa untuk berhenti sekolah.

Dengan kondisi obesitas yang dideritanya ini membuat Ahmad terpaksa untuk berhenti sekolah.
Dok. Istimewa

Keterbatasan ekonomi keluarganya pun juga turut menambah parah keadaan kesehatan Ahmad Juwanto yang menderita berat badan di atas normal (obesitas).

Keterbatasan ekonomi keluarganya pun juga turut menambah parah keadaan kesehatan Ahmad Juwanto yang menderita berat badan di atas normal (obesitas).
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Pihak keluarga pun mengaku sudah mendatangi tiga rumah sakit di wilayah Jakarta Timur namun karena tidak ada perubahan dan terbebani dengan biaya dan akomodasi pengobatan untuk Ahmad Juwanto terpaksa berhenti.

Tim evakuasi gabungan pun akhirnya membawa tubuh Ahmad Juwanto yang berbobot 230 kilogram itu ke rumah sakit rujukan di Adhyaksa.

Tim evakuasi gabungan pun akhirnya membawa tubuh Ahmad Juwanto yang berbobot 230 kilogram itu ke rumah sakit rujukan di Adhyaksa.
Dok. Istimewa

Momen evakuasi Ahmad Juwanto yang terlihat melibatkan sejumlah petugas gabungan saat tubuh beratnya dibawa masuk ke dalam mobil ambulans untuk dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut.

Momen evakuasi Ahmad Juwanto yang terlihat melibatkan sejumlah petugas gabungan saat  tubuh beratnya dibawa masuk ke dalam mobil ambulans untuk dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut.
Dok. Istimewa
Rekomendasi