Aktivitas Tambang Desa Wegil Disetop Sementara Usai 1 Tewas, Penyebab Longsor Didalami

Sopir truk tewas usai tertimbun longsor galian C di Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati. Penyebab longsor diselidiki.

Danny Adriadhi Utama
Oleh Danny Adriadhi Utama - Reporter
Aktivitas Tambang Desa Wegil Disetop Sementara Usai 1 Tewas, Penyebab Longsor Didalami
Aktivitas Tambang Desa Wegil Disetop Sementara Usai 1 Tewas, Penyebab Longsor Didalami (Merdeka.com)

Seorang sopir truk di Dukuh Wegil, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah (Jateng), tewas karena tertimbun longsor galian C pada Minggu (2/7) lalu. Penyebab peristiwa itu sedang diinvestigasi.

Kepala Cabang (Kacab) Dinas ESDM Wilayah Kendeng Muria, Irwan Edhie Kuncoro, mengatakan Kementerian ESDM sudah memulai proses investigasi sejak kemarin, (6/7).

Investigasi dilakukan untuk mencari tahu kronologis hingga standar operasional pekerja (SOP) di tambang galian C tersebut.

"Apakah sudah mematuhi kaidah yang benar kegiatan penambangan dan aspek yang lain kaitannya penambangan. Alat angkut, alat beratnya, kita bersama-sama mendampingi inspektur tambang untuk investigasi itu," ujar Irwan.

"Apakah sudah mematuhi kaidah yang benar kegiatan penambangan dan aspek yang lain kaitannya penambangan. Alat angkut, alat beratnya, kita bersama-sama mendampingi inspektur tambang untuk investigasi itu," ujar Irwan.
Dok. Istimewa

Terkait perizinan tambang di Desa Wegil, dia memastikan lokasi tersebut memiliki Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP OP). Sedangkan kepemilikan usaha pertambangan di Dukuh Wegil yakni milik CV Tri Lestari.

"Kalau SOP selama ini sudah dilaksanakan. Karena kejadian longsor tidak di tepat pertambangan. Tapi di jalan dan bisa disebabkan beberapa hal. Jadi pendapat ahli, pendapat geologi pasti akan bermacam-macam. Beberapa hari yang lalu terjadi itu yang menimbulkan retak kemudian itu bisa menimbulkan longsor," jelasnya.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Saat ini segala kegiatan tambang di Desa Wegil diberhentikan sementara hingga batas waktu yang tak bisa ditentukan hingga proses investigasi selesai dilakukan.

"Untuk saat berhenti terlebih dahulu. Tidak ada aktivitas apapun. Mungkin juga untuk menghilangkan traumatik juga. Karena sudah berjalan dengan baik terjadi fataliti," ujar Irwan mengakhiri.

@merdeka.com

Rekomendasi