Setelah 20 Tahun Menunggu, Warga Desa Nglembu Boyolali Akhirnya Segera Punya Jembatan Gantung Permanen

Menurut Sri, jembatan bambu tersebut sangat penting bagi warga, karena menjadi akses menuju pasar, puskesmas, dan sekolah yang berada di Kecamatan Simo.

Anugerah Ayu Sendari
Oleh Anugerah Ayu Sendari - Reporter
Setelah 20 Tahun Menunggu, Warga Desa Nglembu Boyolali Akhirnya Segera Punya Jembatan Gantung Permanen
Warga Desa Nglembu Boyolali Segera Punya Jembatan Gantung Permanen (© 2026 Liputan6.com)

Warga Desa Nglembu, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali merasa bahagia karena jembatan bambu yang selama ini menjadi akses utama mereka kini sedang dalam proses pembangunan menjadi jembatan gantung permanen.

Kepala Desa Nglembu, Sri Raharjo, menjelaskan bahwa pengajuan pembangunan jembatan ini telah dilakukan sejak 20 tahun yang lalu, namun baru bisa terwujud berkat program strategis "Jembatan Merah Putih" dari Presiden RI Prabowo Subianto.

"Hampir 20 tahun lebih (pengajuan). Karena dulu sudah melebarkan jalan. Jadi pengajuan (bantuan) jembatan katanya suruh (dipakai) melebarkan jalan. Jalan sudah dilebarkan, tapi bantuan jembatan itu tidak terealisasi," ucap Sri saat diwawancara.

Sri menjelaskan bahwa selama jembatan masih terbuat dari bambu, warga harus bergotong-royong setiap tahun untuk membongkar dan memperbaiki jembatan tersebut karena cepat rusak. Terakhir, jembatan bambu itu hanyut terbawa arus banjir. "Dulu jembatan yang dari bambu itu. Sekarang sudah hanyut karena kena banjir," tuturnya.

Menurut Sri, jembatan bambu tersebut sangat penting bagi warga, karena menjadi akses menuju pasar, puskesmas, dan sekolah yang berada di Kecamatan Simo. Ia menyatakan bahwa warga sangat senang dengan adanya jembatan baru ini. "Utamanya masyarakat Desa Nglembu suka sekali, bersyukur sekali mendapatkan bantuan jembatan gantung," katanya.

Seorang anggota Babinsa Desa Nglembu juga menyampaikan bahwa pembangunan jembatan ini telah lama dinantikan oleh masyarakat. Ia menegaskan bahwa jembatan di Desa Nglembu memiliki fungsi yang sangat strategis karena menghubungkan dua kecamatan, yaitu Kecamatan Sambi dan Kecamatan Simo.

"Sangat luar biasa sekali karena jembatan ini dinantikan, karena akses manfaatnya sangat besar sekali untuk anak sekolah, untuk orang-orang berjualan, untuk anak-anak mengaji ataupun yang lainnya," ujarnya.

Sebagai anggota Babinsa, ia terlibat langsung dalam proses pembangunan jembatan sesuai dengan instruksi dari Komandan Kodim Boyolali, dan menekankan pentingnya percepatan pembangunan agar segera dapat dinikmati oleh warga sekitar.

"Sekarang dalam pengerjaan yang baru berapa persen, tetapi ke depannya ini harus dikebut terus. Kita harus memberikan motivasi kepada masyarakat sekitar," ucap dia.

Rekomendasi