BBKSDA Papua Gencarkan Kunjungan ke Sekolah, Edukasi Siswa Peduli Lingkungan di Mimika

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua melalui Seksi Konservasi Wilayah II Timika aktif menggelar program "visit to school" untuk edukasi siswa peduli lingkungan, khususnya perlindungan satwa liar di Mimika, demi keberlanjutan ekosistem.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
BBKSDA Papua Gencarkan Kunjungan ke Sekolah, Edukasi Siswa Peduli Lingkungan di Mimika
Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua melalui Seksi Konservasi Wilayah II Timika aktif menggelar program "visit to school" untuk edukasi siswa peduli lingkungan, khususnya perlindungan satwa liar di Mimika, demi keberlanjutan ekosistem. (AntaraNews)

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua, melalui Seksi Konservasi Wilayah II Timika, secara aktif melaksanakan program "visit to school" atau kunjungan ke sekolah. Inisiatif ini bertujuan untuk menumbuhkan kepedulian lingkungan pada pelajar sejak usia dini. Program edukasi ini menjadi langkah konkret dalam upaya menjaga kelestarian alam di wilayah Mimika.

Kegiatan ini berfokus pada penyampaian materi mengenai berbagai jenis satwa yang dilindungi, terutama yang berada di wilayah Mimika. Paulus Baibaba, Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Timika, menjelaskan bahwa program ini menyasar sekolah-sekolah yang siswa dan gurunya tinggal dekat dengan kawasan konservasi satwa. Tujuannya adalah membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya perlindungan satwa liar.

Sejak tahun 2026, Seksi Konservasi Wilayah II Timika telah memulai kunjungan ke sekolah-sekolah di Mimika, dengan target delapan sekolah akan terjangkau. Edukasi ini diharapkan dapat mendorong peran aktif siswa dalam mengawasi, menjaga, dan melindungi satwa-satwa yang ada di lingkungan tempat tinggal mereka.

Menumbuhkan Kesadaran Lingkungan Melalui Edukasi Dini

Program kunjungan ke sekolah yang digagas BBKSDA Papua ini mendapat sambutan antusias dari para pelajar. Ketertarikan anak-anak sekolah terhadap materi yang disampaikan sangat tinggi, menunjukkan potensi besar dalam menumbuhkan kesadaran lingkungan. Inisiatif ini menjadi fondasi penting bagi generasi muda untuk memahami urgensi konservasi.

Paulus Baibaba menekankan bahwa proses perlindungan satwa tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau lembaga konservasi semata. Partisipasi masyarakat, termasuk anak-anak sejak usia dini, sangat krusial untuk keberhasilan upaya konservasi. Dengan demikian, program ini berupaya menciptakan agen-agen perubahan dari kalangan pelajar.

Edukasi yang diberikan mencakup pengenalan satwa-satwa endemik Papua yang dilindungi, serta pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga kelestarian satwa liar. Pemahaman ini diharapkan dapat membentuk perilaku peduli lingkungan yang berkelanjutan di masa depan.

Fokus Perlindungan Satwa Endemik Mimika

Pada tahun 2026, Seksi Konservasi Wilayah II Timika telah berhasil mengunjungi satu sekolah di Mimika sebagai bagian dari program edukasi ini. Rencana selanjutnya adalah menjangkau delapan sekolah lainnya sepanjang tahun tersebut. Ini menunjukkan komitmen BBKSDA Papua dalam memperluas jangkauan program "visit to school".

Materi edukasi secara spesifik menyoroti satwa-satwa yang dilindungi di Mimika. Beberapa jenis satwa tersebut meliputi burung kakatua jambul kuning (Cacatua sulphurea), nuri kepala hitam (Lorius lory), kakatua raja (Probosciger aterrimus), kasuari (Casuarius), kuskus pohon (Marsupial), kanguru pohon (Dendrolagus), kura-kura moncong babi (Carettochelys insculpta), serta beberapa jenis ular.

Edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda, menjadi sangat penting untuk kelestarian satwa liar yang dilindungi, terutama yang ada di Mimika. Peran serta aktif dari masyarakat dalam menjaga satwa endemik Papua ini adalah kunci utama untuk memastikan keberlangsungan hidup spesies-spesies tersebut di habitat aslinya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi