Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI) Christina Aryani menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan di Aceh. Dorongan ini bertujuan menjadikan Poltekkes Aceh sebagai basis utama pengembangan tenaga kesehatan profesional.
Langkah strategis ini diharapkan mampu mencetak talenta kesehatan yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis mumpuni, tetapi juga siap bersaing di pasar kerja global. Kunjungan Christina Aryani ke Poltekkes Kemenkes Aceh di Banda Aceh pada Kamis (9/4) lalu menjadi momentum penting untuk merealisasikan visi tersebut.
Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan daya saing tenaga kesehatan Indonesia di kancah internasional. Fokus utamanya adalah membekali mahasiswa dengan kemampuan bahasa asing dan memfasilitasi akses informasi peluang kerja di luar negeri.
Advertisement
Advertisement
Penguatan Kompetensi dan Kemampuan Bahasa Asing
Christina Aryani memberikan apresiasi tinggi terhadap keberadaan kelas internasional yang telah dimiliki Poltekkes Kemenkes Aceh. Kelas ini mencakup program studi keperawatan dan kebidanan, yang menjadi indikator keseriusan institusi dalam meningkatkan kualitas lulusan.
Menurut Christina, pembekalan kemampuan bahasa asing, seperti bahasa Inggris dan Jepang, merupakan langkah krusial. Hal ini tidak hanya melengkapi kompetensi teknis mahasiswa, tetapi juga menjadi faktor kunci untuk meningkatkan daya saing mereka.
Penguasaan bahasa asing memungkinkan tenaga kesehatan Indonesia untuk bekerja di luar negeri secara profesional dan sesuai prosedur. Ini membuka peluang lebih luas bagi lulusan Poltekkes Aceh untuk menembus pasar kerja global yang kompetitif.
Advertisement
Advertisement
Peran Migrant Center dalam Ekosistem Penempatan
Selain penguatan kemampuan bahasa, pemerintah juga mendorong pembentukan ekosistem penempatan tenaga kesehatan yang terintegrasi. Salah satu wujudnya adalah kehadiran Migrant Center di lingkungan Poltekkes Kemenkes Aceh.
Pembentukan Migrant Center ini sejalan dengan kerja sama antara Kementerian P2MI dan Kementerian Kesehatan. Poltekkes Aceh akan menjadi salah satu titik pengembangan pusat informasi dan fasilitasi bagi calon pekerja migran di sektor kesehatan.
Kehadiran Migrant Center sangat penting untuk memudahkan akses informasi terkait peluang kerja luar negeri, persyaratan yang harus dipenuhi, hingga kesiapan kompetensi yang dibutuhkan. Ini memperkuat peran institusi pendidikan sebagai bagian integral dari ekosistem penyiapan pekerja migran Indonesia.
Advertisement
Advertisement
Kontribusi Poltekkes Aceh dalam Mencetak Talenta Global
Poltekkes Kemenkes Aceh telah memiliki rekam jejak yang baik dalam mencetak lulusan yang berhasil meniti karir di berbagai negara. Lulusan dari institusi ini telah tersebar di Uni Emirat Arab, Jepang, Qatar, Jerman, hingga wilayah Taiwan.
Pencapaian ini menunjukkan potensi besar Poltekkes Aceh dalam menghasilkan tenaga kesehatan berkualitas yang diakui secara internasional. Dorongan dari Wamen P2MI ini diharapkan dapat semakin memperluas jangkauan dan dampak positif Poltekkes Aceh.
Christina Aryani menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan dunia pendidikan akan terus didorong. Tujuannya adalah memastikan tenaga kesehatan Indonesia memiliki kompetensi yang relevan dan sesuai dengan kebutuhan pasar global yang terus berkembang.
Advertisement
Sumber: AntaraNews