Kabupaten Batang Ukir Dua Rekor Muri Sekaligus: Tari Babalu dan Minyak Jelantah

Kabupaten Batang berhasil mencetak dua Rekor Muri sekaligus dalam perayaan HUT ke-60, meliputi pergelaran Tari Babalu seribu peserta dan pengumpulan 10 ribu liter minyak jelantah.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kabupaten Batang Ukir Dua Rekor Muri Sekaligus: Tari Babalu dan Minyak Jelantah
Kabupaten Batang berhasil mencetak dua Rekor Muri sekaligus dalam perayaan HUT ke-60, meliputi pergelaran Tari Babalu seribu peserta dan pengumpulan 10 ribu liter minyak jelantah. (AntaraNews)

Kabupaten Batang, Jawa Tengah, sukses mengukir sejarah baru dengan meraih dua Rekor Muri sekaligus dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60 daerah tersebut pada Jumat, 10 April 2026. Dua pencapaian monumental ini adalah pergelaran Tari Babalu yang melibatkan seribu peserta dan pengumpulan minyak jelantah sebanyak 10 ribu liter. Prestasi ini menegaskan komitmen daerah dalam melestarikan budaya sekaligus peduli lingkungan.

Bupati Batang, Faiz Kurniawan, menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, bukan semata-mata upaya pemerintah daerah. Ia berharap capaian ini dapat menjadi pemicu semangat bagi generasi muda untuk terus berprestasi di berbagai bidang. Semangat kebersamaan yang terjalin erat menjadi kunci utama di balik pencapaian membanggakan ini.

Perwakilan Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri), Sri Widyawati, secara resmi mencatat kedua rekor tersebut sebagai bagian dari sejarah baru di lembaga pencatat rekor nasional. Muri memberikan apresiasi tinggi atas inovasi dan partisipasi aktif dari seluruh pihak yang terlibat. Ini membuktikan bahwa sinergi antara pemerintah dan masyarakat mampu menghasilkan karya luar biasa.

Kolaborasi Gemilang di Balik Rekor Tari Babalu

Pergelaran Tari Babalu yang melibatkan seribu penari menjadi salah satu sorotan utama dalam perayaan HUT ke-60 Kabupaten Batang. Ribuan peserta, mulai dari pelajar hingga masyarakat umum, menampilkan tarian tradisional ini dengan penuh semangat dan kekompakan. Aksi kolosal ini tidak hanya memukau penonton, tetapi juga berhasil mengukuhkan posisi Tari Babalu sebagai warisan budaya yang patut dilestarikan.

Bupati Faiz Kurniawan mengungkapkan kebanggaannya terhadap partisipasi aktif seluruh pihak, termasuk para pelajar yang terlibat dalam Tari Babalu. "Saya melihat semangat luar biasa dari adik-adik yang menari Tari Babalu pada hari ini," ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa prestasi ini diharapkan dapat memotivasi generasi muda Batang untuk terus berprestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Pencatatan rekor untuk Tari Babalu ini menjadi bukti nyata bahwa seni dan budaya lokal memiliki potensi besar untuk diangkat dan diperkenalkan lebih luas. Muri mengakui pergelaran ini sebagai rekor ke-12.681, menandai sebuah tonggak penting bagi Kabupaten Batang dalam bidang pelestarian budaya. Ini adalah wujud nyata dari upaya kolektif untuk memajukan kesenian daerah.

Inovasi Lingkungan Melalui Pengumpulan Minyak Jelantah

Selain rekor Tari Babalu, Kabupaten Batang juga mencetak Rekor Muri melalui pengumpulan minyak jelantah sebanyak 10 ribu liter. Inisiatif ini menunjukkan kepedulian tinggi terhadap lingkungan dan upaya mewujudkan ekonomi sirkular. Minyak jelantah yang terkumpul akan diolah lebih lanjut, mengurangi limbah dan menciptakan nilai tambah ekonomi.

Bupati Faiz Kurniawan sangat mengapresiasi partisipasi aparatur sipil negara (ASN) yang tekun mengumpulkan minyak goreng bekas tersebut. "Semangat luar biasa dari ASN yang mengumpulkan jelantah setetes demi setetes," katanya. Kegiatan ini tidak hanya membersihkan lingkungan, tetapi juga mendidik masyarakat tentang pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga.

Perwakilan Muri, Sri Widyawati, menyoroti bahwa pengumpulan minyak jelantah ini merupakan wujud kepedulian lingkungan melalui pengelolaan limbah rumah tangga menjadi potensi ekonomi sirkular. Rekor ini, yang tercatat sebagai rekor ke-12.682 Muri, menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk mengadopsi praktik serupa. Upaya ini menunjukkan komitmen Batang terhadap pembangunan berkelanjutan.

Apresiasi Muri untuk Kabupaten Batang

Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) hadir langsung di Kabupaten Batang untuk memberikan apresiasi dan mencatat dua rekor baru ini. Sebagai lembaga pencatat rekor pertama di Indonesia, Muri telah mendokumentasikan lebih dari 12.600 rekor sebagai bentuk penghargaan terhadap karya dan inovasi masyarakat. Kehadiran Muri menegaskan validitas dan keistimewaan pencapaian Batang.

Sri Widyawati menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan bagian dari sejarah baru yang secara resmi tercatat di Muri. "Hari ini, 10 April 2026, Muri hadir di Kabupaten Batang untuk memberikan apresiasi sekaligus mencatat dua rekor baru," ujarnya. Ini menunjukkan bahwa inovasi dan kreativitas di daerah terus berkembang.

Sebagai bentuk apresiasi, Muri menyerahkan piagam penghargaan kepada Bupati Batang Faiz Kurniawan selaku pelaksana kegiatan, serta Ketua Tim Penggerak PKK Faelasufa. Penghargaan ini menjadi simbol pengakuan atas kerja keras dan dedikasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam kesuksesan acara ini. Kabupaten Batang kini memiliki dua rekor kebanggaan nasional.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi