PSMS Medan berhasil mencuri satu poin penting dari tuan rumah Persikad Depok dalam lanjutan Liga 2 Pegadaian Championship. Pertandingan sengit ini berakhir dengan skor imbang 2-2 di Stadion Pakansari, Bogor, pada Minggu (5/4/2026). Hasil ini menjadi catatan penting bagi tim berjuluk Ayam Kinantan dalam perjalanan mereka di kompetisi kasta kedua sepak bola Indonesia.
Meski mampu menahan imbang lawan, pelatih PSMS, Eko Purdjianto, mengungkapkan kekecewaannya atas hasil tersebut. Ia merasa timnya seharusnya bisa meraih kemenangan penuh, terutama setelah Persikad Depok bermain dengan 10 pemain sejak pertengahan babak pertama. Dominasi permainan PSMS tidak mampu dikonversi menjadi keunggulan yang maksimal.
Eko menyoroti kesulitan timnya dalam membongkar pertahanan rapat Persikad yang bermain sangat dalam. Ia juga mengakui adanya kelengahan yang menyebabkan timnya kembali kebobolan, meskipun akhirnya berhasil menyamakan skor di menit-menit akhir pertandingan. Evaluasi menyeluruh akan segera dilakukan untuk menghadapi laga berikutnya.
Advertisement
Advertisement
Kekecewaan Eko Purdjianto Atas Hasil Imbang
Pelatih Eko Purdjianto tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya setelah PSMS Medan imbang 2-2. “Kami sangat kecewa. Bermain dengan 11 lawan 10 seharusnya bisa menang, tapi pemain sudah berusaha maksimal,” ujar Eko seusai pertandingan. Ia menekankan bahwa keunggulan jumlah pemain seharusnya menjadi keuntungan besar yang bisa dimanfaatkan.
Eko menilai timnya menghadapi tantangan besar dalam menembus pertahanan Persikad yang bermain sangat dalam. “Setelah kartu merah, mereka main sangat deep (dalam). Kami kesulitan membongkar pertahanan,” tambahnya. Situasi ini membuat PSMS harus bekerja keras menciptakan peluang, namun seringkali menemui jalan buntu.
Selain itu, Eko juga menyoroti kelengahan timnya yang berujung pada kebobolan kedua, padahal tim sudah unggul jumlah pemain. Namun, ia bersyukur timnya mampu menyamakan kedudukan setelah melakukan perubahan strategi dengan menambah pemain depan. Perubahan taktik tersebut terbukti efektif untuk menghindari kekalahan.
Advertisement
Advertisement
Evaluasi Menyeluruh dan Fokus Laga Berikutnya
Eko Purdjianto menggarisbawahi kelemahan timnya dalam fase menyerang yang seringkali terburu-buru. “Saat menyerang kami terlalu terburu-buru, bahkan lupa bertahan. Itu yang membuat kami kebobolan,” jelasnya. Aspek ini menjadi perhatian utama yang harus diperbaiki dalam sesi latihan mendatang.
Ia menambahkan bahwa secara permainan menyerang, timnya sudah menunjukkan kualitas yang baik, namun hasilnya belum maksimal. Efektivitas serangan dan keseimbangan antara menyerang serta bertahan akan menjadi fokus evaluasi tim untuk pertandingan-pertandingan selanjutnya.
PSMS Medan memutuskan untuk tidak kembali ke Medan dan akan tetap berada di Bogor untuk melakukan evaluasi intensif. Keputusan ini diambil demi persiapan maksimal menghadapi laga selanjutnya yang akan krusial bagi posisi mereka di klasemen Liga 2.
Advertisement
Advertisement
Pernyataan Pemain dan Tantangan Garudayaksa FC
Pemain PSMS, Rudiyana, juga mengakui kekecewaan timnya terhadap hasil imbang tersebut. “Kami kecewa. Mungkin kami terlalu terburu-buru untuk mencetak gol saat unggul jumlah pemain,” katanya. Pernyataan ini senada dengan evaluasi yang disampaikan oleh pelatih.
Rudiyana menambahkan bahwa kurangnya ketenangan dalam memanfaatkan keunggulan jumlah pemain menjadi faktor penting yang perlu ditingkatkan. Pengambilan keputusan yang lebih tenang dan terukur akan sangat dibutuhkan di pertandingan mendatang untuk meraih hasil maksimal.
Hasil PSMS Medan imbang ini diharapkan menjadi suntikan moral sekaligus pelajaran berharga menjelang pertandingan berat berikutnya. PSMS akan menghadapi Garudayaksa FC, tim papan atas, di stadion yang sama pada Sabtu (11/4/2026). “Garudayaksa tim papan atas, tapi kami tetap fight untuk ambil poin di laga tandang berikutnya,” tegas Eko.
Advertisement
Sumber: AntaraNews