Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan keberhasilan pencegatan dan penghancuran sebuah pesawat Amerika Serikat (AS) di wilayah selatan Isfahan. Pesawat tersebut diklaim sedang dalam misi pencarian pilot jet tempur F-15E yang sebelumnya telah ditembak jatuh, demikian laporan stasiun televisi Press TV pada Minggu.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan AS, menyusul serangkaian aksi militer dan balasan di kawasan Timur Tengah. Klaim penembakan pesawat AS ini menambah daftar panjang insiden yang melibatkan kedua negara dalam beberapa waktu terakhir.
Selain pesawat AS, pertahanan udara Iran juga mengklaim telah mencegat dan menghancurkan pesawat tak berawak Hermes-900 milik Israel. Kedua klaim ini, jika terverifikasi, akan semakin memperumit situasi keamanan di wilayah yang sudah bergejolak.
Advertisement
Advertisement
Klaim IRGC dan Detail Insiden Penembakan
Menurut laporan Press TV, IRGC Iran secara resmi mengumumkan keberhasilan operasi pertahanan udaranya. Mereka menyatakan telah menembak jatuh pesawat AS yang terbang di selatan Isfahan.
Pesawat AS tersebut diduga kuat sedang melakukan operasi pencarian dan penyelamatan. Misinya adalah menemukan pilot dari jet tempur F-15E yang dilaporkan ditembak jatuh sebelumnya.
Tidak hanya itu, stasiun televisi yang sama juga mengutip pernyataan dari pertahanan udara Iran. Mereka mengklaim telah berhasil mencegat dan menghancurkan sebuah pesawat tak berawak jenis Hermes-900 yang diidentifikasi sebagai milik Israel.
Advertisement
Advertisement
Eskalasi Ketegangan di Timur Tengah
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump pada Sabtu malam telah mengonfirmasi insiden jet F-15E yang ditembak jatuh di Iran. Trump menyatakan bahwa pilot pesawat tersebut telah berhasil diselamatkan dan berada dalam kondisi aman.
Trump juga menambahkan bahwa puluhan pesawat AS lainnya ikut serta dalam operasi penyelamatan tersebut. Pernyataan ini mengindikasikan skala besar dari upaya pencarian yang dilakukan oleh militer AS.
Ketegangan di kawasan ini telah memuncak sejak 28 Februari, ketika AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran, termasuk di ibu kota Teheran. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan signifikan dan menimbulkan korban jiwa di kalangan warga sipil.
Advertisement
Sebagai balasan, Iran tidak tinggal diam dan segera melancarkan serangan balik. Mereka menargetkan wilayah Israel serta beberapa fasilitas militer AS yang berada di Timur Tengah. Awalnya, AS dan Israel mengklaim serangan pencegahan mereka diperlukan untuk melawan ancaman dari program nuklir Iran. Namun, mereka kemudian menegaskan bahwa tujuan mereka adalah untuk melakukan perubahan kekuasaan di Iran.
Sumber: AntaraNews