Kasus KLB Campak di 3 Kabupaten, Dinkes Jateng Sisir Anak yang Belum di Imunisasi

Dia menyebut wilayah Cilacap, Klaten, dan Pati, telah memenuhi kriteria KLB medis untuk kasus penyebaran campak.

Danny Adriadhi Utama
Oleh Danny Adriadhi Utama - Reporter
Kasus KLB Campak di 3 Kabupaten, Dinkes Jateng Sisir Anak yang Belum di Imunisasi
Kasus KLB Campak di 3 Kabupaten, Dinkes Jateng Sisir Anak yang Belum di Imunisasi (Merdeka.com)

Tiga kabupaten di Provinsi Jawa Tengah (Jateng), yakni Cilacap, Klaten, dan Pati, tengah menghadapi kejadian luar biasa (KLB) kasus penyebaran campak. Ke tiganya bakal menerapkan outbreak response immunization (ORI).

"Jadi kalau sudah memenuhi kriteria KLB, harus ORI. Jadi menyisir kembali apakah ada anak yang belum diimunisasi campak," kata Kepala Dinas Kesehatana Jawa Tengah Yunita Dyah Seminar, Rabu (1/4).

Dia menyebut wilayah Cilacap, Klaten, dan Pati, telah memenuhi kriteria KLB medis untuk kasus penyebaran campak.

"KLB secara kriteria bila ada dua penderita yang secara epidemiologis berhubungan itu IgM-nya (Imunoglobulin M) positif," ungkapnya.

Status Suspek

Selain itu, terdapat dua daerah dengan status suspek, yaitu Brebes dan Kudus. Untuk cakupan vaksinasi campak di Jateng sudah terpenuhi atau bisa dibilang telah menyentuh 100 persen.

"Tapi tahun kemarin, kita bicara (pandemi) Covid, itu kan banyak yang tidak terimunisasi. Dampaknya mungkin sekarang-sekarang ini," ujarnya. 

Jumlah Kasus

Terkait jumlah, pihaknya sampai saat ini belum mengetahui soal berapa jumlah kasus di Cilacap, Klaten, Pati, yang menghadapi KLB campak. Namun sampai saatini masih terdapat 1.400-an kasus campak di Jateng.

"Ini tersebar di 35 kabupaten/kota," katanya.

Dia mengingatkan bahwa campak dapat menyerang siapa saja, tidak hanya kalangan anak-anak. Maka dari itu butuh kewaspadaan.

"Jadi kewaspadaan harus tetap ditingkatkan," katanya.

Rekomendasi