Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Nusa Tenggara Barat (NTB) telah secara resmi mengajukan pencalonan diri kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sebagai tuan rumah Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 yang akan diselenggarakan pada tahun 2026. Kesiapan NTB ini telah disampaikan secara formal administratif melalui surat kepada PBNU. Langkah strategis ini menunjukkan keseriusan PWNU NTB dalam menyambut perhelatan akbar organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.
Ketua PWNU NTB, Prof. Masnun Tahir, menegaskan bahwa NTB sudah siap secara lahir dan batin untuk menghelat Muktamar NU 2026. Kesiapan ini didukung oleh berbagai elemen, termasuk dukungan internal dari organisasi NU sendiri serta dukungan dari organisasi masyarakat di luar NU. Pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota, juga turut memberikan restu penuh terhadap pencalonan ini.
Keinginan kuat NTB menjadi tuan rumah Muktamar ke-35 NU tidak lepas dari beberapa alasan mendasar yang kuat. Salah satunya adalah sejarah sukses NTB dalam menyelenggarakan acara berskala nasional NU sebelumnya, seperti Musyawarah Nasional (Munas) dan Pra Muktamar. Selain itu, hadirnya tokoh sentral seperti TGH Lalu Turmuzdi Badaruddin atau Datok Bagu sebagai Rais Syuriah PWNU NTB menjadi pendorong utama di balik inisiatif ini.
Advertisement
Advertisement
Dukungan Kuat dan Sejarah Sukses NTB
Pencalonan NTB sebagai tuan rumah Muktamar NU ke-35 mendapatkan dukungan luas dari berbagai pihak. Prof. Masnun Tahir menjelaskan bahwa dukungan tidak hanya datang dari internal NU, melainkan juga dari organisasi keagamaan lain seperti Muhammadiyah, NW, dan NWDI. Sinergi ini menunjukkan adanya konsensus bersama untuk menjadikan NTB sebagai lokasi strategis penyelenggaraan Muktamar.
Selain dukungan lintas organisasi, pemerintah daerah di NTB juga memberikan respons positif terhadap usulan ini. Dukungan dari pemerintah provinsi serta pemerintah kabupaten/kota sangat vital untuk memastikan kelancaran dan kesuksesan acara berskala nasional. Keterlibatan berbagai pihak ini menjadi modal penting bagi PWNU NTB dalam upaya mereka menjadi tuan rumah.
NTB memiliki rekam jejak yang baik dalam menyelenggarakan kegiatan besar NU. Sebelumnya, provinsi ini pernah sukses menjadi tuan rumah Munas NU dan Pra Muktamar. Pengalaman tersebut menjadi bekal berharga dan argumen kuat bahwa NTB mampu mengelola acara sebesar Muktamar dengan baik, menunjukkan kapasitas dan pengalaman yang memadai.
Advertisement
Kehadiran tokoh kharismatik seperti TGH Lalu Turmuzdi Badaruddin, Rais Syuriah PWNU NTB, juga menjadi alasan kuat di balik pencalonan ini. Beliau secara pribadi sangat berkeinginan agar NTB menjadi tuan rumah dan bahkan memerintahkan jajaran Tanfidziyah untuk bersurat kepada PBNU. Dukungan dari sesepuh NU di NTB ini menambah bobot pengajuan dan semangat jajaran PWNU NTB.
Advertisement
Optimisme dan Keunggulan Netralitas NTB
PWNU NTB sangat optimis bahwa provinsi mereka akan terpilih sebagai tuan rumah Muktamar NU 2026. Masnun Tahir melihat Muktamar bukan hanya sebagai agenda lima tahunan atau ajang pemilihan pengurus PBNU, tetapi juga sebagai kesempatan bagi NU untuk memberikan dampak positif bagi NTB. Potensi pariwisata NTB juga menjadi nilai tambah, memungkinkan peserta Muktamar sekaligus berwisata.
Sekretaris PWNU NTB, Lalu Daud Nurjadi, menambahkan bahwa TGH Lalu Turmuzdi Badaruddin bahkan sudah bersurat langsung kepada Presiden dan PBNU untuk meminta dukungan. Rencananya, pembukaan Muktamar akan dipusatkan di Pondok Pesantren Bagu, menunjukkan kesiapan lokasi yang spesifik dan terencana.
Nurjadi juga menyoroti keunggulan NTB dibandingkan provinsi lain yang turut mencalonkan diri, seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Menurutnya, NTB dinilai sebagai daerah yang paling netral. Meskipun Muktamar pernah diadakan di luar Jawa seperti Lampung dan Sulawesi, NTB menawarkan perspektif baru sebagai lokasi penyelenggaraan yang strategis.
Advertisement
Netralitas ini dianggap penting untuk menjaga objektivitas dan kelancaran proses Muktamar, terutama dalam konteks konsolidasi internal NU. Dengan posisi netral, PWNU NTB berharap dapat menjadi fasilitator yang adil bagi seluruh peserta dan agenda Muktamar, memastikan fokus pada tujuan utama organisasi tanpa adanya bias regional.
Sumber: AntaraNews