Pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Pemkab Tala), Kalimantan Selatan, berhasil menyelenggarakan Festival Gema Takbir guna menyemarakkan malam Hari Raya Idul Fitri di Kota Pelaihari. Kegiatan ini menjadi ajang penting bagi masyarakat untuk menampilkan kreativitas serta memperkuat nilai kebersamaan. Festival yang meriah ini melibatkan total 56 peserta dari berbagai kategori.
Inisiatif yang digagas oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Laut ini dirancang khusus untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat. Selain itu, festival ini juga bertujuan untuk menjaga dan melestarikan tradisi takbiran yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat. Antusiasme peserta dan warga sangat terlihat sepanjang acara.
Peserta pawai memulai perjalanan dari Balairung Tuntung Pandang, mengelilingi Kota Pelaihari sambil terus melantunkan gema takbir yang syahdu. Berbagai hiasan kendaraan yang ditampilkan mencerminkan kolaborasi apik antara instansi pemerintah, masyarakat umum, dan instansi vertikal dalam memeriahkan malam takbiran.
Advertisement
Advertisement
Antusiasme dan Tujuan Festival Gema Takbir
Festival Gema Takbir di Tanah Laut menjadi wadah penting bagi masyarakat untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus memperkuat syiar Islam. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Laut, Myrza Fazrina, menjelaskan bahwa kegiatan ini secara khusus dirancang untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat. Hal ini juga sekaligus menjaga tradisi takbiran yang telah berlangsung turun-temurun di daerah tersebut.
Myrza Fazrina menegaskan, “Festival ini menjadi wadah masyarakat mengekspresikan kreativitas sekaligus memperkuat syiar Islam.” Pernyataan ini menggarisbawahi tujuan utama acara yang tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sarana dakwah dan pelestarian budaya. Kegiatan semacam ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap tradisi keagamaan.
Partisipasi luas dari berbagai elemen masyarakat menunjukkan bahwa kegiatan ini diterima dengan baik. Semangat kebersamaan dan kegembiraan terpancar jelas dari setiap peserta dan penonton yang hadir. Hal ini membuktikan bahwa festival ini berhasil mencapai tujuannya dalam menyatukan warga dalam suasana religius dan penuh suka cita.
Advertisement
Advertisement
Detail Pelaksanaan dan Partisipasi Peserta
Pawai Festival Gema Takbir dimulai dari titik kumpul Balairung Tuntung Pandang, yang kemudian bergerak mengelilingi pusat Kota Pelaihari. Sepanjang rute, peserta dengan mobil hiasnya terus melantunkan gema takbir, menciptakan suasana malam Idul Fitri yang penuh kekhidmatan dan kegembiraan. Dekorasi kendaraan yang beragam menunjukkan kreativitas tinggi dari para peserta.
Ragam hiasan kendaraan yang ditampilkan dalam pawai ini merupakan hasil kolaborasi yang harmonis antara instansi pemerintah daerah, masyarakat umum, dan instansi vertikal. Kolaborasi ini menunjukkan sinergi yang kuat dalam memeriahkan malam takbiran. Setiap mobil hias memiliki keunikan tersendiri, mencerminkan identitas dan pesan yang ingin disampaikan.
Myrza Fazrina juga menyampaikan bahwa penyelenggaraan kegiatan ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Total hadiah yang disiapkan untuk para pemenang mencapai Rp90 juta, menambah semangat kompetisi di antara peserta. Dana ini diharapkan dapat menjadi motivasi tambahan bagi para peserta untuk menampilkan yang terbaik.
Advertisement
Adapun rincian peserta yang terlibat dalam Festival Gema Takbir ini meliputi:
- 42 peserta dari kategori Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)
- 12 peserta dari kategori umum
- 2 peserta dari instansi vertikal
Advertisement
Apresiasi Pemerintah Daerah dan Komitmen Berkelanjutan
Bupati Tanah Laut, Rahmat Trianto, menyampaikan apresiasi tinggi atas antusiasme dan partisipasi seluruh peserta Festival Gema Takbir. Menurutnya, kegiatan ini dinilai mampu menghadirkan suasana religius yang kental sekaligus mempererat tali kebersamaan antarwarga. Keberhasilan acara ini tidak lepas dari dukungan penuh pemerintah daerah dan masyarakat.
“Melalui kegiatan ini kita tidak hanya menyemarakkan Idul Fitri, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat,” kata Rahmat. Pernyataan Bupati ini menekankan pentingnya festival sebagai sarana untuk memupuk persatuan dan kerukunan. Momen Idul Fitri menjadi lebih bermakna dengan adanya kegiatan yang melibatkan banyak pihak.
Bupati menambahkan bahwa festival Gema Takbir ini akan terus dipertahankan sebagai agenda tahunan daerah. Komitmen ini bertujuan untuk melibatkan partisipasi masyarakat yang lebih luas di masa mendatang. Pemerintah daerah bertekad untuk terus menghadirkan kegiatan keagamaan serupa.
Advertisement
“Pemerintah daerah akan terus menghadirkan kegiatan keagamaan seperti ini agar tradisi tetap terjaga dan kebersamaan semakin kuat,” ujarnya. Harapannya, tradisi takbiran akan terus lestari dan menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Idul Fitri di Tanah Laut.
Sumber: AntaraNews