Presiden terpilih Prabowo Subianto baru saja mengadakan pertemuan penting dengan Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri. Pertemuan ini berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (19/3) lalu.
Momen bersejarah ini turut dihadiri oleh Ketua DPR RI Puan Maharani dan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. Pertemuan tersebut mengirimkan sinyal positif bagi konsolidasi pemerintahan Prabowo-Gibran ke depan.
Menurut Achmad Baidowi, seorang dosen dari Institut Darul Ulum Banyuanyar (IDB), pertemuan ini merupakan perkembangan yang sangat baik. Agenda utama membahas isu-isu strategis nasional dan global yang relevan.
Advertisement
Advertisement
Memperkuat Stabilitas dan Menepis Asumsi Oposisi
Pertemuan antara Presiden Prabowo dan Megawati Soekarnoputri dianggap sebagai langkah positif untuk pemerintahan Prabowo-Gibran. Hal ini disampaikan oleh Achmad Baidowi pada Jumat (20/3).
Baidowi menambahkan, kehadiran Megawati dapat menepis anggapan bahwa PDI Perjuangan akan menjadi oposisi terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran. Sebelumnya, partai tersebut sempat mengkritik program Makan Bergizi Gratis dan menginstruksikan kadernya untuk tidak berpartisipasi.
Kehadiran Megawati dalam pertemuan ini juga dilihat sebagai momen pengganti. Ia sebelumnya tidak hadir dalam pertemuan Prabowo dengan para mantan presiden dan wakil presiden.
Advertisement
Sinyal positif ini sangat penting untuk membangun fondasi yang kuat. Ini menunjukkan kesediaan para pemimpin bangsa untuk bersatu demi kepentingan negara dan memperkuat konsolidasi pemerintahan Prabowo.
Advertisement
Persatuan Kunci Pembangunan Nasional
Pertemuan kedua tokoh nasional ini turut memperkuat stabilitas pemerintahan Prabowo-Gibran. Stabilitas ini krusial di tengah isu konflik Timur Tengah dan keterlibatan Indonesia dalam Dewan Perdamaian.
Menurut Baidowi, stabilitas pemerintahan yang kuat akan memberikan ruang bagi presiden. Hal ini penting agar dapat berhasil menjalankan agenda pembangunan nasional dan negara.
Ia menekankan bahwa persatuan adalah esensial untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan. Perbedaan politik harus berakhir setelah pemilihan umum selesai.
Advertisement
Setelah proses pemerintahan dimulai, semua sekat-sekat politik harus dihilangkan. Hal ini demi fokus pada tujuan bersama untuk kemajuan bangsa dan suksesnya Konsolidasi Pemerintahan Prabowo.
Sumber: AntaraNews