Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat mengumumkan bahwa pembangunan 12 unit hunian sementara (huntara) di Desa Lawet dan Desa Jambak, Kecamatan Pante Ceureumen, telah berhasil dirampungkan. Penyelesaian proyek vital ini dilakukan sebelum perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah, memberikan harapan baru bagi warga terdampak bencana di wilayah tersebut. Plt. Kepala BPBD Aceh Barat, Teuku Ronald, memastikan seluruh proses pembangunan berjalan lancar dan sesuai target yang ditetapkan.
Pembangunan huntara ini merupakan bagian dari upaya kolaboratif antara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan pemerintah daerah untuk menyediakan tempat tinggal yang layak bagi masyarakat yang kehilangan rumah akibat bencana. Meskipun sebagian besar huntara telah selesai, beberapa unit masih menunggu kelengkapan fasilitas internal sebelum penghuni dapat menempatinya. Dukungan penuh dari berbagai pihak diharapkan dapat mempercepat proses penempatan dan pemulihan bagi para korban.
Teuku Ronald menambahkan bahwa meskipun seluruh pembangunan fisik telah rampung, masyarakat di Desa Lawet belum dapat menempati huntara tersebut karena masih menunggu selesainya perayaan Hari Raya Idul Fitri. Sementara itu, enam kepala keluarga di Desa Jambak telah mulai menempati hunian sementara mereka sejak tanggal 10 Maret lalu. Situasi ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberikan solusi tempat tinggal yang cepat dan efektif bagi warga terdampak.
Advertisement
Advertisement
Progres Pembangunan Huntara di Desa Lawet dan Jambak
Pembangunan hunian sementara di Desa Lawet telah berhasil diselesaikan sepenuhnya oleh BNPB sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Meskipun demikian, proses penempatan bagi warga di Desa Lawet masih menunggu momen pasca-Idul Fitri. Hal ini bertujuan untuk memastikan kelengkapan sarana dan prasarana pendukung di dalam huntara dapat terpenuhi dengan optimal sebelum dihuni.
Teuku Ronald menjelaskan bahwa kelengkapan isi huntara menjadi prioritas berikutnya setelah struktur bangunan rampung. Pihak berwenang berupaya melengkapi segala kebutuhan dasar agar penghuni dapat tinggal dengan nyaman. Koordinasi terus dilakukan untuk memastikan semua fasilitas yang dibutuhkan tersedia tepat waktu bagi para calon penghuni.
Di sisi lain, huntara yang berlokasi di Desa Jambak telah menunjukkan progres yang lebih cepat dalam hal penempatan. Sebanyak enam kepala keluarga telah resmi menempati unit hunian sementara tersebut sejak Selasa, 10 Maret lalu. Keberhasilan penempatan ini menjadi contoh positif dari sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam penanganan pasca-bencana.
Advertisement
Advertisement
Fasilitas dan Dukungan Komprehensif untuk Penghuni
Enam kepala keluarga yang telah menempati huntara di Desa Jambak tidak hanya mendapatkan tempat tinggal, tetapi juga fasilitas lengkap dari berbagai pihak. BNPB, BPBD Aceh Barat, Baitul Mal, dan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berkolaborasi menyediakan peralatan pendukung esensial. Fasilitas ini mencakup kompor dan alat-alat kebutuhan dasar lainnya, memastikan kenyamanan dan kemandirian para penghuni.
Bupati Aceh Barat, Tarmizi, sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa total 12 unit huntara disiapkan oleh BNPB di Kabupaten Aceh Barat. Ini menunjukkan skala komitmen dalam menyediakan solusi tempat tinggal yang memadai bagi warga terdampak bencana. Ketersediaan logistik dan bantuan sembako juga dijamin selama masa transisi ini oleh pemerintah bersama BNPB dan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat.
Pemerintah Aceh Barat juga menyampaikan harapan agar masyarakat yang menempati hunian sementara dapat hidup rukun. Pentingnya silaturahmi dan komunikasi yang baik antarpenghuni ditekankan untuk menciptakan lingkungan yang harmonis dan mendukung proses pemulihan sosial. Pesan ini mencerminkan perhatian pemerintah tidak hanya pada aspek fisik, tetapi juga pada kesejahteraan sosial masyarakat.
Advertisement
Sumber: AntaraNews