Viral Remaja Perempuan jadi Korban Bullying: Dipukul, Dijambak dan Ditendang di Taman Wilis Semarang

Kabar yang diunggah di akun Instagram @beritasemaranghariini aksi perundungan dilakukan terhadap korban seorang perempuan remaja berkaos pink bercelana hitam.

Danny Adriadhi Utama
Oleh Danny Adriadhi Utama - Reporter
Viral Remaja Perempuan jadi Korban Bullying: Dipukul, Dijambak dan Ditendang di Taman Wilis Semarang
Viral Remaja Perempuan jadi Korban Bullying: Dipukul, Dijambak dan Ditendang di Taman Wilis Semarang (Merdeka.com)

Beredar video viral di media sosial (medsos) memperlihatkan seorang perempuan remaja dihujani pukulan dan cemooh oleh temannya di Taman Wilis, Kecamatan Candisari, Kota Semarang.

Kabar yang diunggah di akun Instagram @beritasemaranghariini aksi perundungan dilakukan terhadap korban seorang perempuan remaja berkaos pink bercelana hitam.

Sementara itu, terdapat diduga sejumlah perempuan remaja yang merundung korban. Korban tampak dipukul, ditendang, hingga dijambak oleh sejumlah perempuan tersebut. Sementara korban terlihat berusaha membela diri. Hingga saat ini kepolisian Polsek Candisari masih melakukan penelusuran.

"Itu kejadian kemarin selasa 17 Maret 2026, itu sudah ditindaklanjuti sama kita, sudah TKP juga," kata Kapolsek Candisari, Iptu Rudi, Rabu (18/3).

Informasi yang dihimpun dari warga, korban dan terduga pelaku bukan warga sekitar. Dia juga tidak mengetahui adanya kejadian tersebut.

"Pelaku dan korbannya bukan warga sekitar. Dan kita tanya pun warga tahunya dari video," terangnya.

Polisi Belum Terima Laporan

Hingga kini pihaknya belum menerima laporan dari korban atas kejadian tersebut. Sebab itu, polisi juga belum mengetahui motif atas dugaan perundungan tersebut.

"Belum ada laporan dari pihak korban atas adanya penganiayaan tersebut. Untuk penelusurannya kita juga belum tahu motifnya. Belum ketemu siapa korbannya, siapa pelakunya," jelasnya.

Polisi Dalam Kejadian

Pihaknya tengah mendalami kejadian tersebut. Sebab, korban dan pelaku diduga masih remaja.

"Tetap kita pantau juga. Bisa untuk gali mungkin ada yang kenal atau yang mengetahui peristiwa tersebut, bisa kita dalami, karena itu anak-anak, korbannya wanita, pelakunya juga wanita," pungkasnya.

Rekomendasi