BPTD Lampung Pastikan Kesiapan Angkutan Lebaran 2026 Melalui Ramp Check Kapal Bakauheni

Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Lampung telah menuntaskan ramp check terhadap 26 unit kapal di Pelabuhan Bakauheni, memastikan standar pelayanan minimal terpenuhi demi kelancaran Angkutan Lebaran 2026.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
BPTD Lampung Pastikan Kesiapan Angkutan Lebaran 2026 Melalui Ramp Check Kapal Bakauheni
Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Lampung telah menuntaskan ramp check terhadap 26 unit kapal di Pelabuhan Bakauheni, memastikan standar pelayanan minimal terpenuhi demi kelancaran Angkutan Lebaran 2026. (AntaraNews)

Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Lampung telah merampungkan ramp check pada 26 unit kapal di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, sebagai persiapan menyambut Angkutan Lebaran 2026. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan seluruh armada memenuhi standar pelayanan minimal demi keselamatan dan kenyamanan penumpang yang akan melakukan perjalanan.

Kepala BPTD Kelas II Lampung, Jonter Sitohang, mengungkapkan bahwa kegiatan ramp check tidak hanya menyasar bus antarkota antarprovinsi (AKAP), tetapi juga kapal penyeberangan. Langkah proaktif ini diambil untuk menjamin kesiapan operasional seluruh sarana transportasi yang akan digunakan masyarakat selama periode mudik.

Pemeriksaan menyeluruh ini dilakukan pada Jumat, 13 Maret, di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, dengan fokus utama pada pemenuhan standar pelayanan minimal. Hasil ramp check diharapkan dapat memberikan rekomendasi perbaikan yang diperlukan sebelum puncak arus mudik tiba, memastikan kelancaran arus penumpang.

Fokus Pemeriksaan dan Jumlah Armada

Jonter Sitohang menjelaskan bahwa total ada 68 unit kapal yang beroperasi khusus di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, melayani rute penyeberangan penting. Dari jumlah tersebut, sebanyak 34 unit kapal berada di bawah kewenangan BPTD Kelas II Lampung untuk dilakukan pemeriksaan dan pengawasan.

Hingga saat ini, 26 unit kapal telah berhasil menjalani pemeriksaan standar pelayanan minimal (SPM) secara menyeluruh oleh tim BPTD. Selain itu, dua unit kapal sudah memenuhi SPM sejak Januari lalu, menunjukkan komitmen persiapan yang berkelanjutan dari operator.

Enam unit kapal lainnya saat ini sedang dalam proses docking atau perawatan di galangan kapal, yang berarti akan kembali beroperasi setelah menjalani perbaikan dan pemeriksaan lebih lanjut. Proses ini penting untuk memastikan setiap kapal siap melayani penumpang dengan optimal dan aman.

Pelaksanaan ramp check meliputi berbagai aspek penting, termasuk kondisi pendingin ruangan di dalam kapal, ketersediaan ruang laktasi yang memadai, kebersihan toilet, serta berbagai sarana dan prasarana vital lainnya. Setiap detail diperiksa untuk menjamin kenyamanan dan keselamatan penumpang.

Tujuan dan Harapan Ramp Check

Pemeriksaan standar pelayanan minimal ini bukan sekadar formalitas, melainkan upaya konkret untuk mengidentifikasi potensi masalah dan segera memberikan rekomendasi perbaikan yang diperlukan. BPTD Kelas II Lampung telah menyampaikan daftar rekomendasi kepada operator kapal terkait.

Rekomendasi perbaikan tersebut harus ditindaklanjuti dan diselesaikan sebelum pelaksanaan Angkutan Lebaran 2026 dimulai secara resmi. Hal ini krusial untuk memastikan tidak ada kendala teknis yang dapat mengganggu kelancaran perjalanan pemudik yang menggunakan jasa penyeberangan.

Jonter Sitohang berharap bahwa dengan adanya ramp check yang ketat dan komprehensif ini, tingkat keamanan dan kenyamanan selama periode Angkutan Lebaran 2026 dapat meningkat signifikan. Keselamatan penumpang menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan persiapan yang dilakukan.

Langkah-langkah preventif seperti ramp check ini merupakan bagian integral dari strategi pemerintah untuk mewujudkan perjalanan mudik yang aman, lancar, dan nyaman bagi seluruh masyarakat Indonesia. Koordinasi dengan berbagai pihak terkait terus dilakukan demi tercapainya tujuan tersebut secara optimal.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi