Polres Parigi Moutong Siapkan Delapan Pos untuk Pengamanan Mudik Idul Fitri 2026

Polres Parigi Moutong menyiagakan delapan pos pengamanan mudik Idul Fitri 2026 untuk memastikan kelancaran dan keamanan perjalanan pemudik di wilayahnya, termasuk antisipasi potensi kerawanan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Polres Parigi Moutong Siapkan Delapan Pos untuk Pengamanan Mudik Idul Fitri 2026
Polres Parigi Moutong menyiagakan delapan pos pengamanan mudik Idul Fitri 2026 untuk memastikan kelancaran dan keamanan perjalanan pemudik di wilayahnya, termasuk antisipasi potensi kerawanan. (AntaraNews)

Kepolisian Resor (Polres) Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, telah menyiapkan delapan pos pengamanan dan pelayanan untuk mengamankan arus mudik dan balik Perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah/2026. Persiapan ini merupakan bagian dari Operasi Ketupat Tinombala yang bertujuan memastikan perjalanan masyarakat berjalan aman, lancar, tertib, dan nyaman.

Wakapolres Parigi Moutong Kompol Burhanuddin menjelaskan bahwa dari delapan pos yang disiapkan, enam di antaranya adalah pos pengamanan (Pos PAM) dan tiga lainnya merupakan pos pelayanan. Kehadiran personel kepolisian di pos-pos ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi para pemudik yang melintasi wilayah Parigi Moutong.

Sebanyak 111 personel Polres Parigi Moutong akan terlibat aktif dalam kegiatan pengamanan mudik Lebaran hingga arus balik nanti. Mereka akan ditempatkan di titik-titik strategis yang telah diidentifikasi memiliki potensi kerawanan tinggi, baik dari sisi lalu lintas maupun kondisi geografis.

Strategi Pengamanan Arus Mudik dan Balik Idul Fitri

Dalam rangka menjamin kelancaran arus mudik dan balik Idul Fitri 2026, Polres Parigi Moutong telah menyusun strategi pengamanan yang komprehensif. Delapan pos yang disiapkan tersebar di berbagai lokasi penting, mencakup jalur utama yang sering dilalui pemudik. Pos-pos ini meliputi Tolai, Kecamatan Torue, Dolago, Parigi Selatan, Ampibabo, Tinombo, hingga Kecamatan Moutong yang berbatasan langsung dengan Provinsi Gorontalo.

Selain pos pengamanan, Polres Parigi Moutong juga menempatkan pos terpadu di kawasan Pos Harison dalam kota Parigi. Untuk pos pelayanan dan rest area, lokasi strategis dipilih di simpang tiga Desa Toboli, Kecamatan Parigi Utara, serta Desa Ogomolos, Kecamatan Mepanga. Penempatan pos-pos ini dirancang untuk memberikan layanan maksimal dan respons cepat terhadap segala kemungkinan yang terjadi selama periode mudik.

Kehadiran pos-pos ini merupakan bagian integral dari Operasi Ketupat Tinombala, sebuah sandi operasi yang fokus pada pengamanan perayaan Idul Fitri. Dengan personel yang memadai dan penempatan pos yang strategis, upaya Pengamanan Mudik Parigi Moutong diharapkan mampu menekan angka kecelakaan dan gangguan keamanan lainnya. Setiap personel bertugas untuk memastikan setiap pemudik dapat mencapai tujuan dengan selamat.

Antisipasi Kerawanan dan Imbauan Keselamatan Pemudik

Parigi Moutong memiliki posisi geografis yang strategis sebagai jalur penghubung lintas provinsi di Pulau Sulawesi, serta antar kabupaten di Sulawesi Tengah. Kondisi ini membuat wilayah tersebut sangat berpotensi mengalami kerawanan kecelakaan lalu lintas, mengingat tingginya volume kendaraan selama arus mudik. Selain itu, potensi tanah longsor juga menjadi perhatian serius, terutama pada jalur-jalur di lereng gunung yang rawan.

Wakapolres Burhanuddin secara khusus menyoroti jalur Sausu di Parigi Moutong yang saat ini sedang dalam proses rehabilitasi pada bagian lereng dan ruas jalan. Meskipun demikian, jalur tersebut dipastikan aman untuk dilalui kendaraan pemudik. Namun, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan, terutama di Jalur Kebun Kopi yang dikenal memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap longsor.

Masyarakat diimbau untuk selalu berhati-hati saat berkendara, khususnya ketika melintasi area rawan longsor. "Bila terjadi hujan di jalur itu, sebaiknya pengendara menunda perjalanan atau menunggu hujan reda, karena potensi longsor sangat besar," tegas Burhanuddin. Imbauan ini menjadi krusial untuk mencegah insiden yang tidak diinginkan dan mendukung upaya Pengamanan Mudik Parigi Moutong.

Polres Parigi Moutong terus memantau kondisi jalur mudik dan akan memberikan informasi terkini kepada masyarakat. Koordinasi dengan instansi terkait juga dilakukan untuk memastikan penanganan cepat jika terjadi hambatan atau bencana alam. Ini menunjukkan komitmen penuh dalam menjaga keselamatan pemudik.

Pelayanan Humanis dan Komunikasi Positif Personel

Dalam menjalankan tugas Pengamanan Mudik Parigi Moutong, Wakapolres Burhanuddin menekankan pentingnya sikap humanis para personel di lapangan. Polisi tidak hanya bertindak sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pengayom masyarakat yang harus memberikan pelayanan terbaik. Sikap humanis ini diharapkan dapat menciptakan suasana yang nyaman dan positif bagi para pemudik.

Selain itu, membangun komunikasi yang positif dengan berbagai pihak selama masa penugasan juga menjadi prioritas. Hal ini mencakup koordinasi dengan pemerintah daerah, instansi terkait, serta elemen masyarakat lainnya. Kolaborasi ini penting untuk memastikan semua aspek pengamanan dan pelayanan dapat berjalan secara sinergis dan efektif.

"Sebagai lembaga penegak hukum, polisi juga sebagai pengayom masyarakat. Maka pelayanan selama masa penugasan harus optimal dan kebetulan dampak positif bagi masyarakat," kata Burhanuddin. Pernyataan ini menegaskan komitmen Polres Parigi Moutong untuk memberikan dampak positif dan pelayanan prima kepada masyarakat selama periode Idul Fitri.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi