Bupati Pimpin Langsung Penanganan Darurat Banjir Probolinggo di Lima Kecamatan

Bupati Mohammad Haris turun langsung memimpin penanganan darurat Banjir Probolinggo yang melanda lima kecamatan, menegaskan komitmen Pemkab dalam evaluasi menyeluruh dan upaya pemulihan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Bupati Pimpin Langsung Penanganan Darurat Banjir Probolinggo di Lima Kecamatan
Bupati Mohammad Haris turun langsung memimpin penanganan darurat Banjir Probolinggo yang melanda lima kecamatan, menegaskan komitmen Pemkab dalam evaluasi menyeluruh dan upaya pemulihan. (AntaraNews)

Bupati Probolinggo Mohammad Haris bersama Wakil Bupati Fahmi AHZ memimpin langsung penanganan darurat banjir yang menerjang lima kecamatan di wilayahnya. Keduanya turun langsung ke lokasi terdampak, khususnya di Kecamatan Kraksaan, pada Minggu, untuk memastikan respons cepat pemerintah daerah.

Bupati Haris menegaskan bahwa banjir kali ini merupakan salah satu yang tertinggi, dipicu oleh curah hujan ekstrem yang mengguyur wilayah hulu dan hilir Probolinggo. Situasi ini mendorong Pemerintah Kabupaten Probolinggo untuk tidak hanya berfokus pada faktor cuaca semata.

Evaluasi dan asesmen menyeluruh harus segera dilakukan, terutama mengingat Kraksaan adalah ibu kota Kabupaten Probolinggo. Penanganan yang komprehensif dan berbasis kajian teknis yang matang sangat dibutuhkan karena bentang alam Probolinggo yang luas dan bervariasi.

Respons Cepat Pemkab Probolinggo Hadapi Banjir

Dalam tinjauannya, Bupati Haris secara tegas meminta tim Siaga Bencana, Camat, serta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk melaksanakan evaluasi dan asesmen total. Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menyelesaikan persoalan banjir ini.

Beliau menekankan pentingnya respons yang cepat dan terkoordinasi, terutama di Kraksaan sebagai pusat pemerintahan. "Pemkab Probolinggo adalah satu sistem. Bukan hanya Bupati dan Wabup, tapi juga DPRD, Sekda, Kepala OPD, camat dan seluruh jajaran yang selalu siaga," ujarnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan kesiapan seluruh jajaran pemerintah daerah untuk menghadapi kemungkinan terburuk saat hujan deras tak berhenti. Komitmen ini bertujuan untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan warga Probolinggo.

Dampak dan Upaya Penyaluran Bantuan

Bupati Haris menyampaikan duka mendalam atas musibah yang menimpa anak-anak warga Desa Sidodadi di Kecamatan Paiton yang terseret arus saat terjadi banjir. Tragedi ini menjadi pengingat akan bahaya serius yang ditimbulkan oleh bencana alam.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo Rachmad Hidayanto menjelaskan bahwa pihaknya masih menunggu hasil asesmen dari BPBD dan Tagana sebelum menyalurkan bantuan cadangan pangan. Proses ini penting untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan.

Menurut Rachmad, jika sudah terdata, pihaknya akan mempertimbangkan penyaluran bantuan cadangan pangan berupa beras bagi keluarga terdampak. Pendataan akan dikonsentrasikan melalui BPBD agar satu pintu, mengingat ada empat kecamatan yang terdampak banjir.

Kondisi di Kecamatan Kraksaan dan Langkah Pemulihan

Camat Kraksaan Puja Kurniawan melaporkan bahwa berdasarkan pantauan saat luapan Sungai Kertosono belum surut, terdapat tiga kelurahan terdampak. Kelurahan tersebut meliputi Sidomukti, Patokan, dan Kraksaan Wetan.

Selain kelurahan, beberapa desa di Kraksaan juga mengalami dampak serius, yakni Rangkang, Sidopekso, Bulu, Alassumur Kulon, dan Kandangjati Wetan. Hampir seluruh sungai di wilayah Kecamatan Kraksaan mengalami lonjakan debit air yang signifikan sejak Sabtu malam.

Untuk mekanisme penyaluran bantuan dan upaya pemulihan lanjutan, Camat Puja Kurniawan menyatakan masih menunggu hasil asesmen dari BPBD, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), serta OPD terkait. Jika diperlukan kerja bakti, masyarakat juga akan dikerahkan melalui program padat karya tunai.

Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten Probolinggo terus mengintensifkan koordinasi lintas sektor guna memastikan keselamatan warga menjadi prioritas utama. Langkah-langkah pemulihan yang lebih kuat dan berkelanjutan juga sedang disiapkan secara matang.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi