Gubernur Apresiasi Konsistensi Peran Muhammadiyah Kalteng dalam Pembangunan SDM dan Kebinekaan

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran mengapresiasi konsistensi Peran Muhammadiyah Kalteng dalam membangun SDM unggul dan memperkuat nilai kebinekaan di provinsi ini, mendorong kolaborasi berkelanjutan untuk kemajuan daerah.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Gubernur Apresiasi Konsistensi Peran Muhammadiyah Kalteng dalam Pembangunan SDM dan Kebinekaan
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran mengapresiasi konsistensi Peran Muhammadiyah Kalteng dalam membangun SDM unggul dan memperkuat nilai kebinekaan di provinsi ini, mendorong kolaborasi berkelanjutan untuk kemajuan daerah. (AntaraNews)

Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran menyatakan apresiasi mendalam atas konsistensi Muhammadiyah dalam berbagai kontribusinya. Organisasi ini dinilai aktif membangun infrastruktur serta meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di provinsi setempat. Selain itu, Muhammadiyah juga terlibat aktif dalam penguatan kebinekaan di Kalteng.

Pernyataan tersebut disampaikan Agustiar Sabran saat dikonfirmasi terkait pelaksanaan Pengajian Ramadhan dan Buka Bersama Keluarga Muhammadiyah Kalteng. Kegiatan ini berlangsung di Masjid Darul Arqam, Komplek Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR), Palangka Raya, pada Sabtu malam.

Agustiar Sabran menekankan bahwa pemerintah provinsi dan pemerintah daerah se-Kalteng terus menjalin kolaborasi erat dengan Muhammadiyah. Kolaborasi ini bertujuan untuk pembangunan daerah di berbagai sektor. Peran Muhammadiyah di Kalteng tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas manusia dan pelayanan kepada masyarakat.

Kolaborasi Pemerintah dan Peran Muhammadiyah Kalteng dalam Pembangunan Inklusif

Gubernur Agustiar Sabran menegaskan pentingnya pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan merata di berbagai sektor. Ia secara khusus meminta Muhammadiyah untuk terus membangun SDM Kalteng yang unggul, berkarakter, dan berkemajuan. Tujuannya adalah mewujudkan manusia yang beriman, bertakwa, dan berilmu di Kalimantan Tengah.

Kolaborasi antara pemerintah daerah dan Muhammadiyah telah terjalin kuat selama ini. Kemitraan ini mencakup berbagai aspek pembangunan, mulai dari pendidikan hingga layanan sosial. Konsistensi Peran Muhammadiyah Kalteng dalam aspek-aspek ini menjadi fondasi penting bagi kemajuan daerah.

Pembangunan kualitas manusia menjadi prioritas utama. Muhammadiyah secara aktif berkontribusi melalui berbagai amal usaha. Kontribusi ini termasuk institusi pendidikan dan layanan kesehatan. Upaya ini sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera dan berdaya saing.

Komitmen Penguatan Kebinekaan dan Amal Kebaikan Ramadhan

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalteng, Ahmad Syar'i, menegaskan komitmen organisasinya. Muhammadiyah akan terus memperkuat peran pembangunan dan implementasi kebinekaan. Selain itu, organisasi ini juga akan memperluas jangkauan pembangunan SDM di provinsi setempat.

Ahmad Syar'i menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh unsur organisasi otonom dan tamu undangan dalam kegiatan pengajian tersebut. Ia berharap acara ini dapat meningkatkan silaturahmi dan kebersamaan. Hal ini juga diharapkan menjadi penyemangat untuk terus meneguhkan pengamalan nilai-nilai kebinekaan.

Duta Besar LBBP RI untuk Lebanon di Beirut (2019-2025), Hajriyanto Y Thohari, yang menjadi penceramah, mengajak umat Islam dan Warga Muhammadiyah memanfaatkan Ramadhan. Ia menekankan pentingnya memperbanyak istigfar dan amal kebaikan. Ramadhan harus diisi tidak hanya dengan puasa, tetapi juga membaca Al Quran, shalat tarawih, sedekah, zakat, infak, dan kerja keras dalam kebaikan.

Universitas Muhammadiyah Palangkaraya sebagai Pilar Kebinekaan dan SDM Unggul

Hajriyanto Y Thohari menyoroti peran Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR) sebagai salah satu amal usaha Muhammadiyah Kalteng. UMPR kini memiliki lebih dari 10.000 mahasiswa. Ia menilai aktivitas di UMPR merupakan bentuk nyata pengamalan nilai-nilai kebinekaan yang tidak dapat dibantah.

Hal ini terlihat dari adanya mahasiswa dan dosen non-Islam yang memiliki hak-hak yang sama dengan yang lain. Menurut Hajriyanto, ini adalah bukti bahwa merajut nilai kebinekaan yang dilakukan Muhammadiyah diwujudkan melalui aksi nyata, bukan sekadar jargon atau slogan.

Ia juga berpesan agar pemerintah, UMPR, dan perguruan tinggi lain di Kalteng terus bersinergi dalam menciptakan SDM unggul, berkarakter, dan beriman. Universitas dianggap sebagai lokomotif dan investasi jangka panjang dalam pembangunan. Ini karena universitas membangun manusia sebagai faktor utama kemajuan.

Hajriyanto menegaskan bahwa bangsa maju bukan karena sumber daya alamnya, melainkan karena manusianya. Kalteng akan maju jika universitas, baik negeri maupun swasta, terus memperkuat Imtak (Iman dan Takwa) serta Imtek (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi).

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi