DLH Mimika Mendesak Penambahan Armada Pengangkut Sampah Demi Layanan Optimal

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Mimika membutuhkan tambahan armada pengangkut sampah untuk mengoptimalkan pelayanan kebersihan di wilayah yang luas dan produksi sampah yang tinggi, demi menjaga lingkungan tetap bersih.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
DLH Mimika Mendesak Penambahan Armada Pengangkut Sampah Demi Layanan Optimal
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Mimika membutuhkan tambahan armada pengangkut sampah untuk mengoptimalkan pelayanan kebersihan di wilayah yang luas dan produksi sampah yang tinggi, demi menjaga lingkungan tetap bersih. (AntaraNews)

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mimika menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah di wilayahnya. Kepala DLH Kabupaten Mimika, Jefri Deda, mengungkapkan kebutuhan mendesak akan penambahan fasilitas pengangkut sampah. Hal ini bertujuan untuk mendukung pelayanan persampahan secara optimal di seluruh wilayah Kabupaten Mimika.

Saat ini, DLH Mimika hanya memiliki 22 unit armada pengangkut sampah, terdiri dari 14 dump truk dan delapan truk arm roll. Jumlah ini dinilai belum memadai untuk cakupan wilayah yang sangat luas. Wilayah penanganan sampah membentang dari Distrik Kuala Kencana sampai Distrik Wania.

Jefri Deda secara spesifik meminta penambahan tiga unit truk lagi untuk mengangkut sampah di wilayah Distrik Kuala Kencana, Distrik Kwamki Lama, dan wilayah Mapurujaya Distrik Mimika Timur. Ini menjadi langkah krusial mengingat tingginya volume sampah harian di Mimika.

Wilayah kerja DLH Mimika yang sangat luas menjadi kendala utama dalam optimalisasi pengangkutan sampah. Jangkauan pelayanan yang membentang jauh memerlukan dukungan logistik memadai. Armada yang ada saat ini belum mampu menjangkau seluruh area secara efektif.

Selain cakupan geografis, volume sampah harian di Mimika juga sangat signifikan. Warga Mimika dalam satu hari menghasilkan sampah sekitar 95 ton. Angka ini menunjukkan urgensi penambahan armada pengangkut sampah untuk mencegah penumpukan sampah di berbagai titik.

Penambahan tiga unit truk yang diajukan diharapkan dapat secara signifikan meningkatkan kapasitas pengangkutan. Fokus pada distrik-distrik padat seperti Kuala Kencana dan Kwamki Lama akan membantu mengatasi titik-titik krusial. Ini adalah upaya konkret untuk menjaga kebersihan lingkungan kota.

DLH Mimika tidak hanya mengandalkan armada, tetapi juga didukung oleh 185 petugas kebersihan yang direkrut oleh DLH. Tenaga kerja ini meliputi mekanik, petugas keamanan, dan petugas kebersihan lapangan. Mereka telah bekerja keras menangani sampah di seluruh Kabupaten Mimika.

Dari total petugas, 25 orang bertugas menangani sampah di Pusat Daur Ulang (PDU) dan 20 orang khusus menangani sampah kompos. Sisanya bekerja mengangkut sampah di lapangan, dengan komposisi satu sopir dan enam tenaga angkut per truk. Jefri Deda merasa jumlah tenaga pengangkut sampah masih kurang dan berharap ada penambahan personel.

Kesejahteraan para petugas kebersihan menjadi perhatian utama DLH Mimika. Seluruh gaji tenaga kerja tersebut dibayarkan setiap bulan secara rutin. Mereka juga telah didaftarkan sebagai peserta BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.

Selain itu, para petugas juga mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR) sesuai hari besar keagamaan masing-masing. Ini menunjukkan komitmen DLH Mimika dalam memastikan hak-hak pekerja terpenuhi dan meningkatkan motivasi kerja mereka.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi