Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengumumkan bahwa proyek Revitalisasi Taman Semanggi di Jakarta Pusat tidak akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Keputusan ini disampaikan Pramono di kawasan Jakarta Selatan pada Jumat (20/2), menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk inovasi pembiayaan publik.
Revitalisasi kawasan hijau ikonik ini akan didanai melalui skema pembiayaan kreatif, khususnya berbasis hak penamaan atau naming rights. Proses ini melibatkan kolaborasi strategis dengan PT Media Indra Buana, menunjukkan pendekatan baru dalam pembangunan infrastruktur kota.
Langkah ini diambil untuk menjadikan Taman Semanggi sebagai ruang publik yang aktif, terintegrasi, dan inklusif. Tujuannya adalah menghubungkan fungsi ekologi, mobilitas pejalan kaki dan pesepeda, serta beragam aktivitas sosial masyarakat Jakarta.
Advertisement
Advertisement
Pramono Anung Wibowo menjelaskan bahwa skema naming rights memungkinkan pembangunan berjalan tanpa membebani kas daerah. Metode ini sekaligus menjamin keberlanjutan pengelolaan taman di masa mendatang. Inisiatif ini menjadi contoh bagaimana pemerintah daerah dapat mencari alternatif pendanaan inovatif.
Kolaborasi dengan pihak swasta, seperti PT Media Indra Buana, menjadi kunci dalam mewujudkan proyek strategis ini. Pendekatan ini diharapkan dapat menjadi model bagi proyek-proyek pembangunan lain di ibu kota. Dengan demikian, pembangunan fasilitas publik dapat terus berjalan tanpa bergantung sepenuhnya pada anggaran negara.
Sebelumnya, kawasan Taman Semanggi cenderung berfungsi pasif dan terfragmentasi oleh padatnya arus lalu lintas. Revitalisasi ini bertujuan mengubahnya menjadi pusat aktivitas yang dinamis. Hal ini sekaligus mengembalikan fungsi ekologis dan sosialnya di tengah hiruk pikuk kota Jakarta.
Advertisement
Advertisement
Konsep Revitalisasi Taman Semanggi mengusung tiga pendekatan utama yang saling melengkapi. Pertama adalah regeneration, yang berfokus pada pemulihan ekologi kawasan melalui penataan lanskap dan penanaman vegetasi. Ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi hijau taman sebagai paru-paru kota.
Kedua adalah reconnection, yaitu penguatan keterhubungan antarruang agar kawasan taman seluas kurang lebih 6,5 hektare ini dapat diakses dengan lebih mudah, aman, dan nyaman. Konektivitas menjadi prioritas untuk memastikan semua lapisan masyarakat dapat menikmati fasilitas yang tersedia.
Pendekatan ketiga adalah reactivation, yaitu mengaktifkan kembali kawasan taman agar dapat dimanfaatkan oleh seluruh kelompok masyarakat. Taman Semanggi akan dilengkapi berbagai fasilitas publik modern. Ini termasuk jalur pedestrian, area olahraga, plaza kegiatan, ruang komunal, serta elemen air.
Advertisement
Selain itu, akan dibangun kolam resapan dan tampungan air guna meningkatkan kualitas lingkungan. Fasilitas ini juga penting untuk pengelolaan limpasan air hujan di area sekitar. Seluruh penataan ini dilakukan tanpa mengganggu lalu lintas yang ada, mengingat Semanggi adalah koridor transportasi utama Jakarta.
Taman Semanggi memiliki luas sekitar enam hektare yang tersebar di empat sisi kawasan Simpang Susun Semanggi. Nantinya, taman ini akan dilengkapi berbagai fasilitas publik, antara lain:
Pramono menegaskan bahwa Taman Semanggi akan menjadi simbol regenerasi dari gagasan Bung Karno yang tetap kontekstual dengan kebutuhan Jakarta hari ini. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ingin kawasan ini benar-benar menjadi tempat yang ikonik dan dapat dimanfaatkan oleh semua orang dengan baik.
Advertisement
Sumber: AntaraNews