Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan PT Aneka Tambang (Persero) atau Antam agar berhati-hati saat mengeksekusi rencana strategis berupa pembelian hasil pertambangan rakyat. Peringatan ini disampaikan untuk mencegah potensi masalah di kemudian hari.
Ketua KPK Setyo Budiyanto menjelaskan bahwa temuan lembaga antirasuah di sejumlah daerah menunjukkan wilayah tambang rakyat secara faktual masih dikuasai kelompok tertentu. Kondisi ini berpotensi menimbulkan ketidakadilan ekonomi bagi masyarakat lokal.
Oleh karena itu, KPK menekankan pentingnya mitigasi risiko yang ketat dalam rencana strategis Antam. Hal ini krusial agar pembelian hasil tambang rakyat tidak merugikan dan tidak dimanfaatkan untuk kepentingan segelintir pihak.
Advertisement
Advertisement
Potensi Risiko dan Tantangan di Sektor Pertambangan Rakyat
Berdasarkan temuan KPK, wilayah tambang rakyat di berbagai daerah masih dalam penguasaan kelompok tertentu. Situasi ini mengindikasikan adanya potensi monopoli dan ketidakadilan ekonomi yang dapat merugikan masyarakat lokal.
Setyo Budiyanto menegaskan bahwa kondisi ini harus disikapi secara serius oleh Antam. Tujuannya adalah agar rencana pembelian hasil tambang rakyat tidak dimanfaatkan oleh segelintir pihak yang hanya mencari keuntungan pribadi.
KPK juga memandang bahwa setiap keputusan bisnis Badan Usaha Milik Negara (BUMN) perlu dikawal dengan tata kelola yang kuat. Hal ini sangat penting guna mencegah penyimpangan di tengah kompleksitas industri pertambangan yang rawan korupsi.
Advertisement
Selain orientasi profit, Antam juga perlu memastikan operasional perusahaan memberikan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan yang berkelanjutan. Aspek keberlanjutan ini menjadi perhatian utama KPK dalam mengawal bisnis BUMN.
Advertisement
Antam Perkuat Tata Kelola dan Mitigasi Risiko Bersama KPK
Direktur Utama Antam, Untung Budiharto, mengakui bahwa transformasi perusahaan saat ini menghadapi berbagai tantangan. Tantangan tersebut meliputi dinamika geopolitik, kondisi makroekonomi, hingga regulasi yang semakin kompleks.
Untuk memperkuat mitigasi risiko hukum di tengah kompetisi pasar global, Antam menggandeng KPK. Kolaborasi ini diharapkan dapat menghasilkan berbagai rekomendasi perbaikan yang konkret dan efektif.
Antam memandang kerja sama dengan KPK menjadi sangat penting untuk memastikan setiap keputusan bisnis selaras. Prinsip kehati-hatian dan kepentingan publik menjadi prioritas utama dalam setiap langkah perusahaan.
Advertisement
Melalui kolaborasi ini, Antam berkomitmen untuk terus meningkatkan tata kelola perusahaan yang baik. Hal ini sejalan dengan upaya pencegahan korupsi dan pembangunan industri pertambangan yang lebih transparan dan bertanggung jawab.
Sumber: AntaraNews