Warga Bekasi Mendesak Perbaikan Jalan KH Ma'mun Nawawi yang Rusak Parah

Kondisi Jalan KH Ma'mun Nawawi di Kabupaten Bekasi yang rusak parah memicu desakan warga agar Pemprov Jabar segera melakukan perbaikan. Jalur vital ini kini menjadi sumber kemacetan dan bahaya.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Warga Bekasi Mendesak Perbaikan Jalan KH Ma'mun Nawawi yang Rusak Parah
Kondisi Jalan KH Ma'mun Nawawi di Kabupaten Bekasi yang rusak parah memicu desakan warga agar Pemprov Jabar segera melakukan perbaikan. Jalur vital ini kini menjadi sumber kemacetan dan bahaya. (AntaraNews)

Warga Kabupaten Bekasi mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat untuk segera memperbaiki Jalan Kyai Haji (KH) Ma'mun Nawawi. Jalan ini merupakan jalur utama dan strategis yang kini mengalami kerusakan parah. Kondisi tersebut memicu kemacetan parah di salah satu ruas terpadat di wilayah tersebut.

Jalur provinsi ini menghubungkan Kabupaten Bekasi dengan Bogor dan berada di bawah kewenangan Pemprov Jawa Barat. Kerusakan telah terjadi bertahun-tahun tanpa perbaikan menyeluruh, menciptakan pemandangan kemacetan sehari-hari. Jalan ini vital bagi kawasan permukiman dan sentra industri di selatan Kabupaten Bekasi.

Kondisi jalan yang memprihatinkan ini menimbulkan keresahan di kalangan pengguna jalan. Mereka khawatir akan keselamatan dan kenyamanan dalam beraktivitas. Desakan perbaikan Jalan KH Ma'mun Nawawi menjadi prioritas utama bagi masyarakat setempat.

Kondisi Jalan KH Ma'mun Nawawi semakin memburuk dan menimbulkan keresahan serius bagi para pengguna jalan. Ika (28), seorang karyawati swasta, mengaku khawatir setiap hari melintasi jalur ini. Ia menyatakan bahwa jalan ini sudah rusak sejak lama, bahkan sebelum berganti nama dari Jalan Cikarang-Cibarusah. "Saya setiap hari lewat Jalan Kyai Haji Ma'mun Nawawi. Dulu namanya Jalan Cikarang-Cibarusah. Pas masih nama lama sudah rusak, ganti nama semakin rusak. Pemerintah seperti tutup mata terhadap keluhan kami," katanya di Cikarang, Rabu.

Pantauan di lapangan menunjukkan kerusakan parah terjadi di sejumlah titik strategis. Di Kampung Pasirkonci, Desa Pasirsari, Kecamatan Cikarang Selatan, badan jalan rusak parah setelah turunan jalan layang Pasirkonci. Lapisan beton terkelupas, menyisakan tanah bercampur pasir yang menimbulkan debu saat panas dan genangan air menyerupai kolam.

Kerusakan serupa juga ditemukan di bundaran bawah jalan layang Tegal Gede, masih di Desa Pasirsari. Beton jalan terbelah dan menyisakan lubang cukup dalam. Titik ini menjadi sumber kemacetan pada jam sibuk karena pengendara harus memperlambat laju kendaraan, dan kondisinya makin berbahaya pada malam hari akibat minimnya penerangan.

Titik kerusakan lain yang sangat berbahaya berada di dekat pertigaan Kampung Randu, Desa Sukasari, Kecamatan Serangbaru. Menurut Ikbal (37), jalur tersebut telah menyebabkan tiga kecelakaan pada Oktober tahun lalu. Hal ini menunjukkan urgensi perbaikan Jalan KH Ma'mun Nawawi untuk menghindari insiden lebih lanjut.

Jalan KH Ma'mun Nawawi membentang sepanjang 26 kilometer dan merupakan jalur vital yang dilalui ribuan kendaraan setiap hari. Mulai dari kendaraan pekerja industri hingga kendaraan bertonase besar melintas di sini. Pentingnya jalur ini menuntut perhatian serius dari pihak berwenang untuk perbaikan Jalan KH Ma'mun Nawawi.

Pada tahun 2023, ruas jalan di wilayah Cikarang Selatan sempat diperlebar sepanjang 2,3 kilometer. Namun, setelah itu tidak ada tindak lanjut signifikan, dan minimnya pemeliharaan membuat kondisi jalan semakin rusak. Hal ini menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat mengenai efektivitas upaya perbaikan sebelumnya.

Camat Cikarang Selatan, Muhammad Said, mengakui banyaknya keluhan masyarakat terkait kerusakan jalan tersebut. Namun, ia menjelaskan bahwa perbaikan terkendala kewenangan administratif. Ruas jalan ini sepenuhnya berada di bawah tanggung jawab Pemerintah Provinsi Jawa Barat, sehingga pemerintah kabupaten tidak dapat langsung melakukan perbaikan. "Sudah masuk sejumlah keluhan ke kita. Sejauh ini makin rusak dan belum ada langkah kongkret perbaikan dari pemerintah provinsi Jawa Barat," katanya.

Pelaksana Tugas Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menyatakan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Pemprov Jawa Barat. Tujuannya adalah agar perbaikan Jalan KH Ma'mun Nawawi dapat segera dilakukan. Diharapkan masyarakat dapat beraktivitas sehari-hari dengan lebih aman dan nyaman, tanpa dihantui risiko kecelakaan akibat jalan berlubang.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi