Kisah Haru Siti: Layanan BPJS PBI Jadi Penopang Hidup Anak Penderita Gagal Ginjal

Siti Hariati, ibu asal Bogor, bersyukur atas Layanan BPJS PBI yang memastikan anaknya tetap bisa menjalani cuci darah rutin di RSCM, meringankan beban biaya pengobatan penyakit ginjal kronis.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kisah Haru Siti: Layanan BPJS PBI Jadi Penopang Hidup Anak Penderita Gagal Ginjal
Siti Hariati, ibu asal Bogor, bersyukur atas Layanan BPJS PBI yang memastikan anaknya tetap bisa menjalani cuci darah rutin di RSCM, meringankan beban biaya pengobatan penyakit ginjal kronis. (AntaraNews)

Siti Hariati (36), seorang ibu dari Bogor, Jawa Barat, menunjukkan keteguhan luar biasa dalam mendampingi putranya yang berusia 15 tahun menjalani cuci darah rutin. Putranya telah berjuang melawan penyakit ginjal sejak usia 11 tahun, membutuhkan terapi hemodialisis dua kali seminggu di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta. Perjalanan panjang ini menjadi saksi bisu perjuangan keluarga di tengah keterbatasan ekonomi.

Kisah ini menyoroti betapa vitalnya peran jaminan kesehatan, terutama Layanan BPJS PBI, dalam memastikan akses pengobatan bagi masyarakat kurang mampu. Meskipun sempat khawatir akan penonaktifan, kartu BPJS Kesehatan sang anak tetap aktif, menjamin keberlanjutan perawatan medis yang sangat dibutuhkan. Hal ini memberikan harapan besar bagi Siti dan keluarganya.

Setiap bulan, Siti harus bolak-balik dari Bogor ke Jakarta untuk memastikan putranya mendapatkan perawatan terbaik. Dengan suami yang bekerja sebagai tukang bangunan dan Siti sebagai ibu rumah tangga, biaya pengobatan rutin menjadi beban yang tak terbayangkan tanpa adanya dukungan dari BPJS Kesehatan PBI.

Perjalanan Panjang Melawan Gagal Ginjal

Perjuangan sang anak dimulai sejak usia 11 tahun, saat ia duduk di bangku kelas 6 SD. Sebelumnya, kondisi kesehatannya sering dianggap biasa, hanya batuk, pilek, dan demam yang berulang. Gejala-gejala ini tidak menunjukkan adanya masalah ginjal serius pada awalnya.

Titik balik terjadi ketika wajah dan mata anaknya membengkak, disertai kondisi tubuh yang pucat, menjadi petunjuk awal penyakit ginjal. Siti segera membawa putranya ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Setelah serangkaian tes urine dan darah, dokter mendiagnosis anaknya menderita nefrotik sindrom atau kebocoran ginjal. Kondisi ini kemudian berkembang menjadi gagal ginjal, mengharuskan sang anak menjalani prosedur hemodialisis secara rutin.

Selama dua tahun terakhir, putranya telah menjalani ratusan kali cuci darah di RSCM, sebuah rutinitas yang melelahkan namun vital bagi kelangsungan hidupnya.

BPJS PBI, Penopang Harapan di Tengah Keterbatasan

Di tengah keterbatasan ekonomi keluarga, Siti sangat bersyukur karena biaya pengobatan anaknya ditanggung penuh oleh BPJS Kesehatan melalui skema Penerima Bantuan Iuran (PBI). Suaminya bekerja sebagai tukang bangunan, sementara Siti fokus merawat keluarga.

Siti sempat mendengar desas-desus mengenai penonaktifan sejumlah peserta BPJS PBI. Namun, kekhawatiran itu sirna saat kartu BPJS anaknya tetap aktif dan dapat digunakan untuk melanjutkan pengobatan tanpa hambatan.

Meskipun demikian, Siti mengakui bahwa pendaftaran daring terkadang menjadi tantangan tersendiri dalam proses administrasi. Namun, secara keseluruhan, prosedur rujukan dan pelayanan medis di RSCM dinilai berjalan baik dan sangat membantu.

Selama dua tahun mendampingi anaknya di RSCM, Siti merasa terbantu oleh sistem dan tenaga medis yang profesional. Layanan BPJS PBI bukan hanya kartu jaminan kesehatan, melainkan sebuah penopang harapan bagi keluarganya.

Harapan untuk Layanan Kesehatan yang Lebih Baik

Siti menyampaikan harapan besar agar program jaminan kesehatan seperti BPJS Kesehatan terus diperkuat dan semakin mudah diakses oleh masyarakat yang membutuhkan. Ia percaya bahwa program ini sangat vital bagi banyak keluarga di Indonesia.

Tanpa bantuan BPJS PBI, biaya rutin cuci darah yang harus dijalani anaknya tentu akan menjadi beban yang sangat berat dan tidak mungkin ditanggung. Ini menunjukkan pentingnya keberlanjutan program tersebut.

Kepada Presiden Prabowo Subianto, Siti juga menyampaikan rasa terima kasihnya atas kemudahan dan keringanan yang diberikan melalui layanan kesehatan. Ia berharap pelayanan ini dapat terus ditingkatkan demi kesejahteraan masyarakat.

Siti berharap agar pelayanan BPJS Kesehatan semakin diutamakan dan diperbaiki, karena banyak masyarakat yang sakit dan sangat terbantu oleh program ini.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi