Polres Bengkayang, Polda Kalimantan Barat, telah mengambil langkah strategis dengan menetapkan sebanyak 24 lokasi prioritas pengamanan. Penetapan ini bertujuan untuk menjamin perayaan Hari Raya Imlek 2577 dan Cap Go Meh Tahun 2026 berlangsung aman, tertib, serta kondusif bagi seluruh masyarakat.
Kapolres Bengkayang AKBP Syahirul Awab menyampaikan bahwa rapat koordinasi lintas sektoral menjadi fondasi kesiapan. Rapat ini memastikan setiap instansi memahami tugas dan fungsinya secara optimal dalam menjaga ketertiban umum di wilayah tersebut.
Langkah proaktif ini diambil guna mengantisipasi potensi kendala di lapangan dan memastikan seluruh personel serta sarana prasarana siap. Perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Bengkayang diprediksi akan menarik banyak perhatian publik dan wisatawan.
Advertisement
Advertisement
Fokus Pengamanan dan Lokasi Prioritas
Penetapan 24 lokasi prioritas pengamanan ini merupakan strategi utama Polres Bengkayang untuk menciptakan pola pengamanan yang lebih terfokus dan efektif. AKBP Syahirul Awab menjelaskan bahwa pemetaan ini krusial agar seluruh rangkaian perayaan dapat berjalan lancar.
Diharapkan, dengan adanya fokus pada titik-titik vital, seluruh kegiatan Imlek dan Cap Go Meh dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Lokasi-lokasi ini mencakup area peribadatan dan juga tempat keramaian publik.
Polres Bengkayang mencatat terdapat 38 vihara dan klenteng yang akan menjadi pusat kegiatan peribadatan dan perayaan Imlek. Selain itu, empat lokasi wisata pantai di wilayah Sungai Raya Kepulauan juga diprediksi akan mengalami lonjakan pengunjung signifikan selama masa libur perayaan.
Advertisement
Guna mendukung upaya pengamanan Imlek Bengkayang, disiapkan dua Pos Pengamanan (Pospam) di depan Koramil Bengkayang dan Terminal Sungai Duri. Satu Pos Pelayanan (Posyan) juga didirikan di Simpang Samudra Indah untuk melayani kebutuhan masyarakat.
Advertisement
Dukungan Operasi dan Sinergi Lintas Instansi
Untuk memperkuat pengamanan, Operasi Kepolisian Kewilayahan Liong Kapuas 2026 akan digelar selama 17 hari penuh. Operasi ini dijadwalkan berlangsung dari tanggal 16 Februari hingga 4 Maret 2026, mencakup periode Imlek dan Cap Go Meh.
Operasi Liong Kapuas akan melibatkan 40 personel yang didukung penuh dengan anggaran operasional memadai. Pendekatan yang diusung adalah preventif dan preemtif, namun tidak mengesampingkan penegakan hukum secara humanis.
Sinergi lintas instansi menjadi kunci keberhasilan operasi ini, memastikan koordinasi yang solid antara berbagai pihak terkait. Kolaborasi ini penting untuk menciptakan lingkungan yang kondusif selama perayaan berlangsung.
Advertisement
Advertisement
Tantangan Khusus dan Pesan Toleransi
Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, menyoroti bahwa perayaan Imlek dan Cap Go Meh bukan hanya agenda keagamaan, tetapi juga budaya. Perayaan ini memiliki dampak sosial dan ekonomi yang signifikan bagi masyarakat lokal.
Tahun ini, terdapat kondisi khusus karena perayaan Cap Go Meh beririsan dengan awal Bulan Suci Ramadan, yang memerlukan kesiapan ekstra. Hal ini ditekankan untuk memastikan seluruh kegiatan berjalan aman, tertib, dan harmonis.
Sebastianus Darwis mengajak seluruh unsur pengamanan untuk mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis dalam menjalankan tugas. Ia menekankan pentingnya menjaga toleransi dan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Bengkayang.
Advertisement
“Keberagaman adalah kekuatan kita. Pengamanan harus dilakukan secara profesional dengan tetap menjaga toleransi dan kebersamaan di tengah masyarakat,” ujarnya, menegaskan komitmen terhadap kerukunan antarumat beragama.
Sumber: AntaraNews