Puluhan ribu jamaah memadati kompleks Masjid Istiqlal Jakarta pada Sabtu (07/2) untuk mengikuti acara penting. Kegiatan ini adalah Pengukuhan dan Ta’aruf Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Periode 2025-2030. Acara tersebut juga dirangkaikan dengan “Bersatu dalam Munajat untuk Keselamatan Bangsa”.
Sejak pukul 07.00 WIB, bahkan ada yang hadir sejak subuh, jamaah dari berbagai organisasi kemasyarakatan Islam telah memadati area masjid. Mereka datang untuk menunjukkan solidaritas dan kepedulian terhadap kondisi bangsa. Kehadiran mereka memenuhi ruang ibadah utama hingga lantai teratas Masjid Istiqlal.
Data dari MUI menunjukkan setidaknya 56 ribu jamaah dari berbagai daerah di Indonesia turut hadir dalam acara ini. Presiden RI Prabowo Subianto juga turut serta, menambah bobot dan makna acara tersebut. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi persatuan umat dan bangsa.
Advertisement
Advertisement
Pengamanan Ketat dan Antusiasme Jamaah di Istiqlal
Suasana di Masjid Istiqlal pada Sabtu pagi sangat ramai dengan kehadiran puluhan ribu jamaah. Mereka didominasi oleh pakaian serba putih, memenuhi setiap sudut ruang ibadah. Antusiasme jamaah terlihat jelas dari kehadiran mereka yang masif sejak dini hari.
Berbagai instansi turut mengerahkan petugas tambahan untuk memastikan kelancaran dan keamanan acara. Petugas pemadam kebakaran, tim kesehatan, dan personel keamanan tambahan terlihat siaga di lokasi. Kendaraan dinas mereka juga disiagakan untuk mendukung operasional.
Peningkatan keamanan juga dilakukan dengan penyiagaan alat pendeteksi metal di beberapa titik. Langkah-langkah ini diambil untuk menjamin keselamatan seluruh jamaah dan tamu penting yang hadir. Kehadiran petugas menunjukkan koordinasi yang baik antarlembaga.
Advertisement
Advertisement
Rangkaian Acara Spiritual dan Doa untuk Bangsa
Agenda doa bersama dimulai sejak pukul 07.30 WIB dengan penampilan hadroh Al-Mabruk Nusantara. H Muhammad Zaki Maulana Kamal dan Agus Ragil dari Ahbabul Mustofa, Tangerang Raya, turut memeriahkan praacara. Suasana spiritual terasa kental sejak awal kegiatan.
Memasuki pukul 08.15 WIB, acara dibuka dengan pembacaan tawasul dan Yasin Fadhilah yang dipimpin oleh KH Abdul Manan Ghani. Selanjutnya, doa untuk keselamatan bangsa dipimpin oleh sejumlah tokoh agama terkemuka. Di antaranya adalah KH Mahfud Assirun, Habib Ali bin Abdurrahman Al Habsyi, Habib Ahmad bin Ali Assegaf, dan Ustadz Abdul Somad.
Nusron Wahid, Ketua Panitia Pelaksana dan Ketua Bidang Penanggulangan Bencana MUI, menjelaskan tujuan acara ini. Ia menyatakan bahwa bangsa Indonesia membutuhkan penguatan spiritual, kebersamaan, serta kepedulian sosial di tengah berbagai ujian. Doa Bersatu dalam Munajat menjadi ikhtiar batiniah sekaligus pesan persatuan dan empati bagi korban bencana.
Advertisement
Advertisement
Pengukuhan Pengurus MUI dan Pesan Persatuan dari Presiden
Inti acara dimulai pukul 10.00 WIB dengan sambutan meriah bagi Presiden Prabowo Subianto. Jamaah menyambut kehadiran beliau dengan lantunan Mahalul Qiyam (Shalawat Badar) yang dibawakan oleh Al Mabruk. Seluruh hadirin kemudian menyanyikan Lagu Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan.
Pada sesi ini, dilakukan penyerahan simbolis bantuan rehabilitasi masjid dan 500 rumah marbot serta guru ngaji penyintas bencana di Sumatera. Peresmian pembentukan Moslem Disaster Rescue MUI juga dilaksanakan melalui penyematan jaket secara simbolis. Sertifikat pengganti diserahkan kepada warga terdampak bencana, menunjukkan kepedulian nyata.
Pukul 10.55 WIB, Sekretaris Jenderal MUI membacakan Surat Keputusan MUI tentang susunan dan personalia Dewan Pimpinan MUI. Prosesi pengukuhan dilanjutkan dengan pembacaan baiat yang dipandu Ketua Umum MUI. Ini meneguhkan amanah kepengurusan masa khidmat 2025–2030. Rangkaian inti acara ditutup dengan taklimat Presiden Prabowo, diikuti sesi foto bersama.
Advertisement
Sumber: AntaraNews