Pemerintah Indonesia melalui kolaborasi dengan Indonesia Economic Forum (IEF) resmi memperkenalkan infrastruktur perdagangan digital baru bernama Indonesia Open Network (ION). Peluncuran inisiatif ini dilakukan dalam acara "Curtain Raiser on ION" di ARTOTEL Mangkuluhur, Jakarta, Kamis (5/2).
Acara ini dibuka langsung oleh Menteri Koperasi dan UKM Maman Abdurrahman didampingi Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria.
ION hadir sebagai jawaban untuk mendemokratisasi akses pasar digital bagi jutaan pelaku usaha kecil di seluruh pelosok nusantara yang selama ini kesulitan bersaing di platform e-commerce besar.
Advertisement
Infrastruktur Terbuka, Bukan Aplikasi Tandingan
Berbeda dengan platform e-commerce konvensional yang beroperasi sebagai pasar tertutup (closed loop), ION dirancang sebagai infrastruktur publik digital (DPI) yang terbuka. Sistem ini memungkinkan interoperabilitas tanpa hambatan antara berbagai aplikasi.
Artinya, ION berfungsi sebagai "jalan tol" netral yang menghubungkan aplikasi pembeli, sistem penjual, logistik, hingga pembayaran dalam satu jaringan. Dengan mekanisme ini, pelaku UMKM, petani, hingga perajin lokal tidak perlu terkunci pada satu aplikasi tertentu untuk menjangkau pasar yang luas.
Inisiatif ini diharapkan mampu mengurangi fragmentasi pasar dan menciptakan ekosistem perdagangan yang lebih adil dan berskala bagi pemain lokal.
Advertisement
Adopsi Kesuksesan ONDC India
Lahirnya ION tidak lepas dari momentum kemitraan teknologi antara Indonesia dan India, menyusul pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan PM Narendra Modi di New Delhi pada Januari 2025 lalu. ION mengadopsi model Open Network for Digital Commerce (ONDC) yang telah sukses diterapkan di India sejak 2021.
Sebagai referensi, ONDC di India terbukti berhasil meningkatkan pendapatan rata-rata UMKM di kota-kota kecil (Tier II dan III) sebesar 20 persen. Keberhasilan India memecah sekat antar-platform inilah yang kini diduplikasi Indonesia lewat ION. Tak main-main, para pendiri ONDC India seperti T. Koshy (CEO ONDC) dan Dr. R.S. Sharma turut dilibatkan langsung dalam pengembangan ION di Indonesia.
Advertisement
Didukung Raksasa Teknologi dan Tokoh Industri
Meski berorientasi pada kepentingan publik, ION digerakkan oleh sektor swasta dengan dukungan nama-nama besar. Dalam jajaran ION Advisory Council, tercatat sejumlah tokoh penting seperti Ketua Umum APINDO Shinta Kamdani, Ketua PII Dr. Ilham A. Habibie, hingga mantan Menkominfo Rudiantara yang kini menjabat Komisaris Utama Indosat Ooredoo Hutchison.
Secara teknis, ION juga menggandeng mitra teknologi global dan lokal, termasuk Google, Protean e-Gov Technologies, dan Pidge, untuk memastikan infrastruktur ini aman dan siap menampung transaksi skala nasional. Nantinya, operasional ION juga akan diintegrasikan dengan program pemerintah yang sudah berjalan seperti SAPA UMKM.
Reporter magang : Muhammad Naufal Syafrie