Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) secara aktif terus melaksanakan program pemulihan hubungan keluarga pasca-bencana banjir dan longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah. Inisiatif kemanusiaan ini bertujuan untuk menyatukan kembali anggota keluarga yang terpisah akibat dampak bencana alam yang melanda wilayah tersebut.
Koordinator Restoring Family Link (RFL) PMI Sumut, Frisca Novasi Saragih, menjelaskan bahwa selain distribusi bantuan logistik dan layanan kesehatan, PMI juga menyediakan layanan pemulihan hubungan keluarga. Layanan ini menjadi krusial bagi warga yang kehilangan kontak dengan kerabatnya, terutama di Desa Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah, setelah bencana akhir November lalu.
Melalui layanan RFL, PMI Sumut berupaya mencari, melacak, serta memfasilitasi penyampaian kabar antar-anggota keluarga yang terputus komunikasinya. Relawan PMI berperan penting dalam mendata warga, membantu menghubungi kerabat melalui telepon, dan memastikan pesan keluarga tersampaikan dengan cepat dan aman di tengah situasi darurat.
Advertisement
Advertisement
Fokus Layanan Restoring Family Link (RFL)
Layanan Restoring Family Link (RFL) yang diinisiasi oleh PMI Sumut ini difokuskan pada aspek kemanusiaan yang sering terabaikan setelah bencana. Bencana alam tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik yang masif, tetapi juga seringkali memisahkan banyak keluarga secara tiba-tiba. Dalam kondisi darurat, infrastruktur komunikasi sering terganggu, membuat banyak warga tidak mengetahui keberadaan sanak saudara mereka.
Frisca Novasi Saragih menegaskan bahwa melalui layanan restoring family link, PMI hadir memastikan mereka bisa kembali terhubung, dan mendapat kabar satu sama lain. Ini adalah bagian penting dari pemulihan psikososial penyintas.
Sejak layanan kemanusiaan ini dibuka, puluhan warga telah memanfaatkan fasilitas komunikasi gratis dan pendataan keluarga yang disediakan. Relawan PMI dengan sigap membantu setiap individu yang membutuhkan, memastikan setiap upaya pencarian dilakukan secara menyeluruh.
Advertisement
Advertisement
Dampak Bencana dan Pentingnya Pemulihan Psikososial
Dampak bencana tidak hanya terbatas pada kerugian material dan korban jiwa, melainkan juga menyisakan trauma psikologis mendalam bagi para penyintas. Kehilangan kontak dengan anggota keluarga dapat memperparah kecemasan dan ketidakpastian. Oleh karena itu, upaya PMI Sumut Pulihkan Keluarga Pasca-Bencana menjadi sangat vital dalam menjaga kesejahteraan mental masyarakat.
PMI Sumut memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan seperti lanjut usia (lansia) maupun anak-anak. Mereka seringkali menjadi prioritas utama karena rentan kehilangan kontak dengan keluarga saat proses evakuasi.
Selain membantu proses komunikasi, relawan PMI juga memberikan pendampingan psikososial ringan kepada warga yang cemas menunggu kabar keluarga. Pendampingan ini dilakukan sembari memastikan kebutuhan dasar mereka tetap terpenuhi di lokasi pengungsian, menciptakan lingkungan yang mendukung proses pemulihan secara holistik.
Advertisement
Advertisement
Prioritas dan Imbauan PMI Sumut
PMI Sumut mengimbau seluruh warga terdampak yang masih kehilangan kontak dengan anggota keluarganya untuk segera mendatangi pos layanan RFL PMI terdekat. Di pos-pos tersebut, relawan siap membantu dalam proses pencarian dan memfasilitasi komunikasi.
Frisca Novasi Saragih menyatakan, "Bagi kami, menyatukan kembali keluarga sama pentingnya dengan memberikan bantuan fisik. Karena harapan dan ketenangan batin adalah bagian dari proses pemulihan." Pernyataan ini menegaskan komitmen PMI terhadap pemulihan holistik.
Komitmen PMI Sumut dalam mendukung pemulihan pasca-bencana ini menunjukkan peran krusial organisasi kemanusiaan dalam situasi darurat. Mereka tidak hanya fokus pada bantuan jangka pendek, tetapi juga pada aspek jangka panjang yang memengaruhi kualitas hidup penyintas, termasuk pemulihan psikososial.
Advertisement
Sumber: AntaraNews