Pemerintah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, baru-baru ini melaksanakan program penebaran benih tanaman secara masif melalui metode aeroseeding. Sebanyak 5,2 juta benih tanaman keras disebar menggunakan pesawat CASA C-212 milik TNI Angkatan Udara untuk merehabilitasi lahan kritis. Inisiatif ini merupakan langkah konkret Pemkab Bandung dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah potensi bencana alam.
Kegiatan penting ini melibatkan kolaborasi erat antara Pemkab Bandung, Forkopimda, DPRD, TNI, Polri, dan Kejaksaan. Sinergi berbagai pihak ini menunjukkan komitmen bersama untuk pemulihan lingkungan pasca-tanah longsor, termasuk di Arjasari. Program aeroseeding ini menjadi sorotan utama dalam upaya mitigasi bencana di daerah tersebut.
Bupati Bandung Dadang Supriatna menjelaskan bahwa total hampir delapan ton biji-bijian disiapkan untuk disebar di berbagai lokasi. Area target meliputi wilayah Kabupaten Bandung dan daerah perbatasan yang sulit dijangkau. Ini mencakup perbatasan dengan Garut, Cianjur, Sumedang, dan Bandung Barat.
Advertisement
Advertisement
Program aeroseeding yang diinisiasi Pemkab Bandung ini menjadi contoh nyata kolaborasi lintas sektor dalam menjaga lingkungan. Bupati Dadang Supriatna menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk kolaborasi semua pihak untuk menjaga lingkungan. Keterlibatan TNI Angkatan Udara dengan pesawat CASA C-212 menjadi kunci dalam menjangkau area-area sulit.
Penebaran benih tanaman ini diharapkan dapat memperkuat vegetasi di lereng-lereng bukit dan area rawan. Dengan vegetasi yang kuat, erosi tanah dapat ditahan secara lebih efektif. Hal ini secara langsung akan mengurangi potensi terjadinya bencana tanah longsor yang kerap mengancam keselamatan warga.
Lebih dari sekadar menanam, program ini juga bertujuan untuk memulihkan ekosistem yang sempat rusak akibat bencana. Pemkab Bandung berupaya mengembalikan fungsi lingkungan sebagai penyangga alami. Upaya ini merupakan bagian integral dari strategi jangka panjang pemerintah daerah dalam adaptasi perubahan iklim.
Advertisement
Advertisement
Metode aeroseeding menggunakan pesawat CASA C-212 dari Skadron Udara 4 Lanud Abdulrachman Saleh Malang dipilih karena efektivitasnya. Pesawat ini memiliki kemampuan menjangkau wilayah yang sulit diakses oleh kendaraan darat maupun personel. Ini memungkinkan penebaran benih di area-area terpencil dan terjal yang sangat membutuhkan rehabilitasi.
Komandan Lanud Sulaiman, Marsma TNI Eko Sujatmiko, menyatakan bahwa operasi ini adalah wujud dukungan TNI Angkatan Udara terhadap program penghijauan. Benih tanaman keras dan buah-buahan disebar di area-area yang telah disurvei sebelumnya. Penentuan lokasi didasarkan pada tingkat kerawanan longsor dan kebutuhan rehabilitasi vegetasi.
Adapun sasaran utama penebaran benih meliputi beberapa desa di Kabupaten Bandung. Desa Wargaluyu di Kecamatan Arjasari seluas 123 hektare menjadi salah satu target penting. Selain itu, Desa Tarumajaya di Kecamatan Kertasari seluas 137 hektare dan Desa Girimulya di Kecamatan Pacet seluas 478 hektare juga masuk dalam cakupan program.
Advertisement
Advertisement
Bupati Dadang Supriatna menjelaskan bahwa kegiatan penebaran benih tanaman ini tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pendanaan program ini bersumber dari dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) serta kolaborasi forum pentahelix. Ini menunjukkan komitmen sektor swasta dan masyarakat dalam mendukung keberlanjutan lingkungan.
Berbagai pihak mendukung melalui dana CSR, di antaranya adalah PDAM, Bank BJB, BPR, dan ABT. Sejumlah perusahaan lain di Kabupaten Bandung juga turut berkontribusi dalam program ini. Inisiatif ini murni untuk kepentingan masyarakat dan lingkungan, tanpa membebani anggaran pemerintah daerah.
Dadang berharap penebaran benih tanaman ini dapat memberikan dampak positif jangka panjang. Penguatan vegetasi diharapkan mampu menahan erosi dan mengurangi potensi bencana tanah longsor di wilayah rawan. Program aeroseeding Pemkab Bandung ini menjadi investasi penting untuk masa depan lingkungan Kabupaten Bandung yang lebih aman dan hijau.
Advertisement
Sumber: AntaraNews